Langkah Pemerintah Beri Diskon Listrik Disebut Sudah Tepat

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 21:19 WIB
Warga memasukkan pulsa token listrik di salah satu indekos di kawasan Sunter Jaya, Jakarta, Senin (19/7/2021). Pemerintah memutuskan memperpanjang stimulus program ketenagalistrikan saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berupa diskon tarif tenaga listrik, pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen 50 persen serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum 50 persen sampai dengan triwulan IV atau hingga Desember 2021. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menuturkan kebijakan pemerintah soal stimulus program ketenagalistrikan dianggap sebagai kebijakan yang tepat. Ia menilai, saat ini masyarakat Indonesia sedang dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

"Dalam kondisi pandemi seperti ini, langkah yang dikeluarkan Pemerintah sangat tepat dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dan ini adalah bentuk perhatian negara terhadap masyarakat yang sedang mengalami kondisi yang kurang baik," tutur Mamit dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Menurutnya, salah satu keuntungan dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah adalah mengurangi beban usaha mikro kecil menengah (UMKM). UMKM menjadi salah satu sektor yang terpukul dan dengan adanya pandemi, secara otomatis usaha dan bisnis mereka terganggu.

"Mereka membutuhkan support dari Pemerintah saat ini untuk dapat bertahan, dengan bantuan yang diberikan Pemerintah, harapannya mereka bisa bertahan dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," imbuh Mamit.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahar mengatakan di tahun ini, pemerintah menggelontorkan bantuan stimulus untuk pelanggan listrik tertentu sebesar Rp 11,72 triliun.

"Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pemerintah memutuskan untuk memberikan perpanjangan stimulus sektor ketenagalistrikan kepada masyarakat, berupa pemberian diskon tarif tenaga listrik dan Pembebasan Rekening Minimum dan Biaya Beban/Abonemen," ujar

Pemberian stimulus ini, lanjut Ida, berupa pemberian diskon tenaga listrik diberikan kepada masyarakat pelanggan tarif 450 Va dan juga 900 Va bersubsidi. Kemudian pelanggan bisnis kecil daya 450 Va dan pelanggan industri kecil daya 450 Va.

Stimulus ini juga meliputi pembebasan biaya beban abonemen dan juga penerapan ketentuan rekening minimum kepada pelanggan sosial, pelanggan bisnis, industri dan juga layanan khusus PT PLN.

Di sisi lain, Direktur Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Bob Saril menyatakan saat PPKM mobilitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah. Untuk itu, PLN selalu siap untuk melayani pelanggan yang akan melakukan kegiatannya dari rumah saja.

"Karena semua dikerjakan di rumah, maka diperlukan keandalan pasokan listrik, sehingga hampir tidak ada lagi pemadaman atau adanya gangguan pasokan ketenagalistrikan. Untuk menjaga keandalan, kita menyediakan layanan daya listrik yang cukup untuk seluruh Indonesia dan juga mempunyai cadangan yang cukup," ujar Bob.

Saat ini, PLN sudah melayani hampir seluruh wilayah Indonesia. Rasio elektrifikasi atau rumah tangga berlistrik dibandingkan dengan rumah tangga yang ada sudah mencapai 99,3%.

"Kita mempunyai kapasitas pembangkitan 63 GW, kapasitas jaringan 61.666 Kms, total aset kita hampir mencapai 1.600 triliun, jumlah pelanggan 80,4 juta dan jumlah pegawai kita 53.385 orang," tutur Bob.

Simak juga video 'Pemerintah Perpanjang Diskon Tarif Listrik Hingga Desember!':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)