Kakek Pembuat Gitar Gambus Terbantu Diskon Listrik di Masa Pandemi

Khoirul Anam - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 18:25 WIB
ESDM
Foto: dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang berlarut-larut berdampak terhadap banyak sektor industri. Kakek Jaroti menjadi salah satu pelaku bisnis yang merasakan dampak tersebut.

Selama sebelas tahun merintis usaha, kakek kelahiran Air Itam ini menyadari naik turunnya pendapatan adalah hal yang biasa. Namun, pandemi COVID-19 memberi pukulan yang menyisakan sedikit ruang bagi usahanya.

"Biasanya saya menjual gitar gambus dan gendang ke sekolah-sekolah. Tapi sejak pandemi, pesanan berkurang. Sekolah punya fokus yang lain," ujar Kakek Jaroti dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Diketahui, kecintaan kakek berusia 65 tahun ini terhadap alat musik tradisional membuatnya merintis usaha industri rumahan pembuatan gitar gambus dan gendang, di Bukit Intan, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Kakek Jaroti mengungkapkan, saat seperti ini keringanan pembayaran listrik dirasa sangat membantu. Sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berlangganan listrik golongan Industri 900 VA, ia mendapatkan keringanan biaya beban atau abonemen 50% dari pemerintah.

Keringanan biaya abonemen juga diperuntukkan bagi pelanggan listrik PT PLN (Persero) golongan Bisnis 900 VA, serta Sosial 220 VA, hingga 900 VA.

"Dengan adanya keringanan listrik, biaya listrik jadi berkurang. Alhamdulillah. Terima kasih telah memperhatikan rakyat kecil, pengusaha kecil, UMKM," katanya.

Diketahui, dalam stimulus program ketenagalistrikan, pelanggan UMKM dari golongan Industri 450 VA dan Bisnis 450 VA mendapatkan keringanan tagihan rekening listrik (pascabayar) atau pembelian token listrik (prabayar) sebesar 50%. Sementara golongan Sosial 450 VA dan 900 VA, Industri 900 VA, dan Bisnis 900 VA diberi keringanan biaya beban sebesar 50%. Keringanan biaya abonemen juga diperuntukkan bagi golongan Sosial 220 VA.

Selain itu, keringanan juga diberikan kepada pelanggan golongan Rumah Tangga. Pelanggan 450 VA diberi diskon listrik 50% dan pelanggan 900 VA bersubsidi diberi diskon listrik 25%, baik untuk pelanggan pascabayar maupun prabayar.

Sri Yuliawati (50) termasuk yang mendapatkan diskon listrik dari golongan Rumah Tangga. Pedagang makanan keliling di Kebon Duren, Ciputat, Tangerang Selatan ini merupakan pelanggan 900 VA bersubsidi.

Sri bercerita, di masa pandemi sangat sulit untuk menjajakan dagangannya. Dari pagi berjualan, ungkapnya, bahkan sampai siang pun Rp 10.000 belum diperoleh.

"Untung ada keringanan tagihan listrik, uangnya bisa dialihkan buat beli pulsa anak sekolah untuk belajar online," tutur Sri.

Menyasar Pelanggan Besar

Tak hanya keringanan untuk pelanggan rumah tangga dan UMKM 450 VA dan 900 VA, pemerintah juga memberikan perhatian pada pelanggan Bisnis 1300 VA ke atas dan Industri 1300 VA ke atas.

Salah satu stimulus program ketenagalistrikan adalah bantuan keringanan penerapan ketentuan rekening minimum 50% bagi pelanggan PLN yang pemakaian energi listriknya di bawah ketentuan rekening minimum (40 jam nyala). Keringanan ini diperuntukkan bagi pelanggan golongan Sosial 1300 VA ke atas, Bisnis 1300 VA ke atas, dan Industri 1300 VA ke atas.

Usaha Bisnis berdaya 1300 VA seperti salon milik Icha (33) di Belopa Utara, Luwu, Sulawesi Selatan juga mendapatkan bantuan stimulus. Sebelum pandemi, Icha mengaku, usahanya cukup laris

"Biasanya sebulan bisa dapat 25 pekerjaan rias pengantin. Sekarang jadi hanya empat kali. Saat ini omzet turun sampai 80%. Pengeluaran jadi lebih ringan karena ada stimulus listrik," ungkapnya.

Pelanggan Bisnis Besar dan Industri Besar juga tak luput dari perhatian pemerintah. Salah satu golongan pelanggan Bisnis Besar yang mendapat keringanan adalah pusat perbelanjaan.

"Stimulus cukup membantu pengurangan biaya tagihan. Di tengah pandemi, mal tetap beroperasi, sehingga ini berdampak sekali pada penggunaan listrik," kata General Manager Ambon City Center (ACC), Thomas Lake.

Ia mengaku usahanya cukup terbantu dengan adanya keringanan rekening minimum 50% dari pemerintah.

Selain itu, Gabriella Lumantow (33) dari Bagian Keuangan PT SIG Asia, Bitung, Sulawesi Utara, menyampaikan terima kasihnya karena terbantu dengan stimulus kelistrikan.

"Dengan adanya stimulus listrik, sangat memberikan keringanan bagi perusahaan untuk membayar biaya listrik dengan lebih rendah," ujar Gabriella.

Ia mengaku penjualan di perusahaannya terus menurun akibat pandemi. Sementara itu, kebutuhan listrik tak bisa dihentikan untuk pengolahan tuna ekspor pada perusahaannya.

Sebagai informasi, lebih dari 32 juta pelanggan telah menerima stimulus ketenagalistrikan hingga semester I tahun ini. Adapun total anggaran yang dibutuhkan untuk pemberian stimulus program ketenagalistrikan hingga Desember 2021 sekitar Rp11,72 triliun, dengan rincian diskon tarif sekitar Rp 9,46 triliun dan pembebasan rekening minimum, biaya beban dan abonemen sekitar Rp 2,26 triliun.

Stimulus ketenagalistrikan adalah bukti kehadiran negara untuk membantu masyarakat melewati masa-masa sulit seperti saat ini.

Informasi lebih lanjut terkait stimulus ketenagalistrikan dapat diakses melalui laman esdm.go.id, pln.co.id, atau melalui aplikasi PLN Mobile. Apabila terdapat kendala, dapat disampaikan melalui Contact Center Kementerian ESDM 136, Contact Center PLN 123, atau Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

(prf/ega)