Kemendes Pantau Langsung Penyaluran BLT Dana Desa di Sukabumi

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 18:30 WIB
BLT Dana Desa
Foto: kemendes PDTT
Jakarta -

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Sugito memantau langsung pelaksanaan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Walau baru masuk bulan ke-5, namun penyaluran di Sukabumi sudah di atas 51 persen atau melebihi rata-rata nasional.

Pemantauan yang didampingi oleh didampingi Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan, Muhammad Fachri tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BLT tepat sasaran dan dilaksanakan secara objektif berdasarkan keluarga penerima manfaat (KPM) yang ada.

Dalam arahannya, Sugito menjelaskan BLT Dana Desa (BLT DD) dilaksanakan untuk membantu ekonomi dan sosial yang terjadi pada masyarakat miskin yang terdampak Pandemi COVID-19. Penerima manfaat juga merupakan hasil musyawarah pemerintah bersama masyarakat desa sehingga dapat tepat sasaran.

"BLT ini menurut saya penyerahannya paling objektif karena masyarakat desa sendiri yang menentukan, memusyawarahkan bersama dan mengambil keputusan. Ketika musyawarah mereka melihat apakah warga ini layak atau tidak. Kan masyarakat tahu secara faktual," kata Sugito dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

BLT DD dianggarkan hingga Desember 2021 untuk menopang kebutuhan ekonomi masyarakat miskin yang terdampak pandemi.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya.

Di sela sela pemantauan tersebut, Sugito juga menyerahkan BLT DD secara simbolis di Desa Cisarua, Desa Nagrak Utara, dan Desa Nagrak Selatan Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi.

Penyerahan BLT dana desa secara simbolik dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat yaitu pengukuran suhu tubuh sebelum memasuki ruangan, adanya hand sanitizer, menjaga jarak, menggunakan masker medis, dan jumlah peserta maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan.

(mul/mpr)