Viral Petugas Bansos di Bekasi Nangis Dibentak Warga, Begini Ceritanya

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 18:29 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Bekasi -

Sebuah video yang menampilkan adegan penerima bansos membentak petugas di Kelurahan Arenjaya, Bekasi, viral di media sosial. Diketahui, penerima bansos tak terima karena disuruh menunjukkan KTP.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan kaus berwarna biru gelap tengah duduk berhadapan dengan petugas bansos. Ia diduga sebagai penerima bansos.

"Sama fotokopi KTP, sama fotokopi KK," ujar seorang wanita yang diduga petugas bansos, dalam video seperti dilihat detikcom, Kamis (21/7/2021).

Kemudian, pria tersebut tampak emosional. Ia membalas perkataan wanita itu dengan nada tinggi.

"Terus apa fotokopi rumah? Akta? Siapa yang tadi bentak-bentak? Ayo," jawab pria tersebut.

"Syaratnya fotokopi KTP, fotokopi KK, syaratnya udah itu aja, selesai kok Pak," jelas petugas bansos.

Kemudian, pria tersebut tampak mengajak ribut petugas bansos lainnya.

"Mau ribut? Mau ribut nggak?" tantang pria tersebut yang kemudian meninggalkan petugas.

Dimintai konfirmasi terpisah, Lurah Aren Jaya, Pra Fitria Angelia, angkat bicara soal kejadian yang viral tersebut. Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/7).

"Beliau lagi kecapekan jadi gampang emosi. Bahasanya kita, petugas pos minta maksudnya pakai KTP, sementara dia (bawa) undangan aja dan KK yang asli. Makanya (petugas bansos) minta fotokopi KK atau KTP-nya itu aja kita nggak bentak-bentak, cuma menyampaikan itu aja," ujar Fitria ketika dihubungi detikcom, Kamis (22/7/2021).

Fitria menduga penerima bansos tersebut berpikir bahwa ia tak bisa mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) sehingga marah-marah.

"Dia (penerima bansos) kan gebrak meja. Jadi pihak (petugas) pos kaget, dia nggak biasa begitu, dia kan (petugas) perempuan dia langsung lemas, jadi langsung nangis," jelas Fitria.

Penerima bansos tetap mendapatkan BST begitu menunjukkan KTP. Pria itu pergi begitu saja tanpa meminta maaf kepada petugas. Meski begitu, petugas Kelurahan Arenjaya tetap memaafkannya.

"Kita, Kelurahan, tidak memperpanjang. Kita maafkan yang penting saat ini. Sudah diklarifikasi, sudah selesai urusannya," katanya.

(isa/mei)