Jeritan Warga Rusun Petamburan soal Pendapatan Anjlok saat PPKM

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 16:15 WIB
Warga Rusun Petamburan, Jakpus terdampak kebijakan PPKM
Rusun Petamburan, Jakpus (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)

Pengurus Rusun Petamburan, Sutarno (52), mengakui sejumlah warganya memang terdampak kebijakan PPKM, terutama warga dengan penghasilan harian. Sutarno sering kali menjadi tempat warganya menumpahkan keluh kesah susahnya mendapat penghasilan di masa PPKM.

"Sangat terasa betul, banyak warga yang harus diam di rumah. Sangat terasa-lah bagaimana pendapatan warga di sini menurun. Yang paling terpukul ya mereka yang bekerja harian, kaya ojol, ada yang bekerja pedagang gitu, sangat berdampak sekali buat mereka," cerita Sutarno.

"Ya ngeluh-nya tidak dalam bentuk formal. Tapi intinya, kesimpulannya dampak PPKM mereka rasakan, apalagi yang pekerja harian, pendapatannya turun, usaha-usaha harian, lapak-lapak," imbuh Sutarno.

Di satu sisi, Sutarno prihatin atas naiknya angka penularan COVID-19 di area lingkungannya. Dibanding awal pandemi, lanjut dia, saat ini angka warga yang terkena COVID-19 naik berkali-kali lipat.

Warga Rusun Petamburan, Jakpus terdampak kebijakan PPKMPengurus Rusun Petamburan, Sutarno (52) (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)

"Ini agak memprihatinkan. Karena pada tahun lalu itu hanya 5 orang, tahun ini naik, bisa jadi 21. Tadi pagi ada laporan yang positif lagi. Penularannya bisa naik 3 kali lipat dari taun lalu," ungkap Sutarno.

Diwawancara terpisah, Lurah Petamburan, Setyanto mengaku mengupayakan pembinaan UMKM dan pelatihan kerja untuk warga Rusun Petamburan sebagai solusi dari menurunnya pendapatan warga akibat kebijakan PPKM.

"Jadi kalau dari kita ya kemitraan, kolaborasi, dan pembinaan UMKM untuk pelatihan dan tenaga kerja, kaya gitu," sebut Setyanto.


(aud/aud)