Mahasiswi UNP Klarifikasi soal Hilang Dilarikan Dukun, Keluarga Cabut Laporan

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 13:44 WIB
Ilustrasi Orang Hilang
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Keluarga Veni Rahmadani, mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, yang dilaporkan hilang dibawa kabur seorang dukun saat melaksanakan KKN, mencabut laporan polisi. Pencabutan laporan dilakukan setelah pihak keluarga melihat salinan video berisi klarifikasi yang dibuat sang anak di akun Tiktok.

"Keluarganya sudah mencabut laporan, sehingga kasusnya kita hentikan," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Menurut Satake, pencabutan laporan dilakukan Erita Murni, orang tua Veni, pada Rabu (21/7) kemarin. Pencabutan itu dilakukan menyusul adanya video klarifikasi dari Veni.

"Dicabut orang tuanya setelah melihat sendiri video klarifikasi di TikTok, di mana dikatakan Veni lari dari rumah tanpa paksaan, sudah direncanakan, dan dilakukan atas dasar suka sama suka," jelas Satake.

Satake mengimbau masyarakat ataupun netizen untuk tidak lagi menyebar video-video terkait karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kita sampaikan ke pihak kepolisian juga dan berharap dengan kasus ini suasana di rumah dibicarakan baik-baik dengan pihak keluarga. Bisa komunikasi dengan baik dengan kedua belah keluarga," kata dia.

Hilangnya Veni dikabarkan pihak keluarga kepada Polsek Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, pada 12 Juli 2021. Dalam laporan kepada petugas, pihak keluarga menduga VN dibawa kabur Chandra, seorang dukun di daerah tempatnya KKN. Beberapa bukti dan informasi menunjukkan bahwa sang dukun memang membawa kabur VN.

Pada Rabu (21/7/2021), beredar video yang dirilis Veni di akun Tiktok miliknya. Mahasiswi UNP yang dilaporkan hilang saat melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kampung Tampuniak, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, itu muncul dengan video singkat.

Ia menyebut lari dari rumah karena keinginan sendiri dan mengaku sudah menikah dengan sang dukun di Kerinci Jambi.

"Assalamualaikum masyarakat Sumbar dan Pesisir Selatan, terkususnya bagi masyarakat Kecamatan Lengayang, saya yang bernama Veni mahasiswi UNP yang dinyatakan hilang dibawa kabur dukun dalam pengaruh hipnotis. Semua itu bohong," kata Veni dalam video berdurasi 1 menit 28 detik itu.

Veni menyebut kepergiannya atas kehendak sendiri, bukan karena dihipnotis oleh seorang dukun. "Saya pergi dari rumah atas keinginan saya sendiri, dan rencana kami berdua. Sumpah atas nama Allah, sebenarnya kami telah lama menjalin hubungan tanpa diketahui siapa pun, termasuk orang tua saya sendiri," katanya dalam video itu.

Simak juga '11 Orang Terseret Arus di Pantai Konawe, 1 Tewas-2 Hilang':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)