Heboh Bupati Karanganyar, Komisi II DPR Kecam Politisasi Bansos!

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 12:52 WIB
Amplop bansos Karanganyar bertulis nama istri bupati
Amplop bansos Karanganyar bertuliskan nama istri Bupati. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Heboh amplop bantuan sosial (bansos) dari dana Baznas ditulisi nama Bupati Karanganyar Juliyatmono dan istrinya Siti Khomsiyah. Wakil Komisi II DPR Luqman Hakim menilai hal itu tidak etis.

"Tidak etis. Tidak boleh terjadi lagi di mana pun," kata Luqman kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Luqman meminta kepala daerah tidak meniru tindakan yang sama. Dia menegaskan program pengendalian COVID-19 apa pun harus dijauhi dari politisasi.

"Untuk selanjutnya, kepada siapa pun, tolong hindari politisasi bansos yang diberikan kepada masyarakat. Bukan hanya bansos, pelaksanaan pengendalian pandemi COVID-19 juga harus dijauhkan dari politisasi," ujarnya.

Luqman menilai sangat tidak etis jika kepala daerah mengambil kesempatan untuk mendapat perhatian publik di tengah masa pandemi ini.

"Politisasi, baik yang pro maupun kontra, terhadap penanganan COVID-19 akan merugikan masyarakat luas. Pandemi COVID-19 adalah bencana nasional non-alam. Sangat tidak etis jika ada pihak-pihak yang tega mencari untung secara politik di tengah penderitaan masyarakat," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemkab Karanganyar, Jawa Tengah, memberikan bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp 300 ribu kepada ratusan PKL terdampak PPKM darurat. Di amplop, tertera tulisan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono dan istrinya, yang juga anggota DPRD setempat, Siti Khomsiyah.

Pembagian bansos tunai tersebut dilakukan di kantor Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar, sejak Senin (19/7). Tak kurang dari 840 PKL terdampak PPKM darurat mendapatkan bantuan masing-masing Rp 300 ribu.

Saat diterima para pedagang, amplop berisi bantuan tunai tersebut bertuliskan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono serta istri Bupati yang juga anggota DPRD Karanganyar Siti Khomsiyah.

Selain tulisan nama Bupati dan istri, hanya tertera keterangan alamat dan kantor Bupati di sisi kiri kanan amplop berwarna putih tersebut. Sedangkan logo Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sama sekali tak dicantumkan.

"Iya, sumbernya dari Baznas. Totalnya Rp 300 juta. Memang ada pos untuk penanggulangan bencana, karena Baznas juga diinstruksikan supaya kita tanggap terhadap bencana ini," ujar Ketua Baznas Karanganyar Sugiyarso saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/7/2021).

Simak video 'LaporCOVID-19 Bicara soal Potensi Praktik Korupsi di Dunia Kesehatan':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)