Polisi soal Penyebab Tawuran Pasar Manggis: Saling Ejek Via Instagram

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 21:10 WIB
Poster
Gambar Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Aksi tawuran antarkelompok pemuda terjadi tiga kali dalam sehari di daerah Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, kemarin. Lalu, apa pemicu dari aksi rusuh tersebut?

"Di pemeriksaan awal, kita setelah kejadian sampai sekarang ini, sifatnya masih berupa saling mengejek yang disampaikan melalui medsos Instagram," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Akbar kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Aksi tawuran itu disebut terjadi antarkelompok pemuda. Namun Achmad enggan membeberkan identitas kedua kelompok yang berselisih.

Dia hanya mengatakan kelompok itu terbentuk berdasarkan komunitas di media sosial.

"Kami menemukan ada indikasi pengelompokan kedua belah pihak ini dari komunitas yang dibentuk dalam medsos. Saya tidak sebutkan kelompoknya, tapi saya tegaskan ada kelompok yang terbentuk yang didasari komunikasi di medsos," ungkap Achmad.

Kedua kelompok ini kemudian saling berinteraksi hingga saling ejek di media sosial. Bermula dari perselisihan di dunia maya itu akhirnya mengakibatkan bentrokan.

"Jadi di situlah (medsos) komunikasi yang saling mengejek, provokasi, dan terjadi sehingga memicu terjadinya peristiwa tawuran tersebut," ujar Achmad.

Total ada 15 pelaku yang diamankan polisi dari aksi tawuran di Pasar Manggis kemarin. 13 di antaranya telah ditetapkan tersangka dengan tiga orang masih berstatus di bawah umur.

Penyelidikan polisi masih berlanjut. Sejauh ini ada empat tersangka lainnya yang masih dalam pengejaran petugas.

Tawuran di lokasi tersebut diketahui terjadi tiga kali kurang dari 24 jam pada Selasa (19/7). Aksi pertama terjadi dini hari sebanyak dua kali mulai pukul 01.00 WIB dan kembali berulang pada pukul 17.00 WIB.

"Tadi sore ada lagi (tawuran) nggak ngerti juga masalahnya apa. Dari awal kita rapat juga kita cari solusi juga belum tahu ya," ujar Lurah Pasar Manggis, Purwati, saat dihubungi detikcom, Selasa (19/7).

Sejumlah barang milik warga ikut dirusak. Aksi bakar ban dan kayu pun terjadi saat tawuran berlangsung.

"Kalau warung kan ada warung bakso itu ada yang pecah kacanya terus warung sembako sempat juga ada yang dirusak juga," ungkap Purwati.

"Kalau bakar-bakaran warung nggak ada. Bakar itu mungkin dia mau cari sensasi atau apa dia bakar kayu atau ban seolah-olah ada bakaran apa gitu. Kalau warung dibakar situ satu bisa merembet," tambahnya.

Lihat juga video 'Dibubarkan Polisi, Tawuran di Makassar Pakai Bom Molotov-Anak Panah':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/dnu)