Mulai Jumat, TPU Tegal Alur Sediakan Krematorium Gratis bagi Jenazah COVID

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 18:42 WIB
Sejumlah warga datang untuk berziarah di area makam korban COVID-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta. Berikut penampakannya.
TPU Tegal Alur (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, tengah mempersiapkan fasilitas kremasi gratis untuk jenazah COVID-19. Kini krematorium tersebut telah selesai dibangun dan tengah menunggu pemasangan mesin untuk mengkremasi jenazah.

"Sudah (dibangun), kita sudah selesai (bangun) mau pasang mesin sekarang. Kami pasang hanya waktu lima hari saja. Sehingga rencana Jumat nanti kami sudah mulai bisa lakukan pelaksanaan kremasi jenazah," ujar Ketua Umum Perkumpulan Sosial Himpunan Bersatu Teguh Sumbar Riau, Andreas Sofiandi, saat dimintai konfirmasi, Rabu (21/7/2021).

Krematorium tersebut dipasang di area TPU Tegal Alur umat kristiani. Didirikannya krematorium tersebut diharapkan dapat membantu umat kristiani yang menginginkan jenazah keluarganya dikremasi terlayani dengan baik.

"Jadi masalah saat ini banyak kartel. Banyak orang cari kenikmatan sampai Rp 80 juta, sampai Rp 40 juta. Atas dasar itu, saya sebagai Ketua Umum Perkumpulan Sosial Himpunan Bersatu Teguh Sumatera saya punya mesin. Jadi saya pasang dulu di sini," jelas Andreas.

"Sukarela, kami nggak pungut bayar, kami pinjamkan ke DKI. Jadi pelayanan kami semua gratis. Kami dalam atasi masalah ini, kami bersama pemda karena pemda nggak punya mesin krematorium. Jadi bagian keperdulian kami akan melayani seluruh operasional. Mesin kami invest di sini. Jadi pelayanan biaya operator-operasional kami beri pelayanan cuma-cuma," sambungnya.

Nantinya, ada satu alat krematorium di TPU Tegal Alur. Satu alat krematorium itu mampu mengkremasi hingga enam jenazah dalam sehari. Krematorium ini dibangun sejak minggu lalu dan ditargetkan pembangunan dapat selesai besok.

"Jadi (hari) Jumat bisa melayani besok kami trial. Sekarang kami siang-malam pasang atap, dibangun permanen," kata Andreas.

Andreas mengatakan untuk sementara ini krematorium tersebut hanya digunakan untuk mengkremasi jenazah yang terpapar COVID-19. Nantinya krematorium tersebut akan digratiskan untuk masyarakat yang membutuhkan.

"Iya (gratis). Syaratnya nanti dimintakan surat keterangan meninggal dari RS bagi orang yang mau dikremasi. Kemudian KTP jenazah dan KTP penanggung jawab apabila semua syarat terpenuhi kami melayani," jelasnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan fasilitas kremasi untuk jenazah COVID-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan penyediaan ini dilakukan karena belum ada krematorium di Ibu Kota yang menerima jenazah COVID-19.

"DKI memang berniat menyiapkan tempat kremasi. Ini sedang disiapkan konsepnya dan tempatnya dan sebagainya. Supaya bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat dengan harga yang murah. Yang baik untuk kepentingan masyarakat," kata Riza di RPH Dharma Jaya, Jakarta Timur, Selasa (20/7).

Riza mengatakan penambahan fasilitas krematorium di Jakarta ini untuk menghindari praktik calo maupun kartel kremasi. Dia pun mengakui beberapa waktu lalu sejumlah pengusaha menaikkan tarif kremasi dengan harga tak wajar.

"Beberapa waktu lalu memang ada kegiatan kremasi itu tinggi sekali. Itu dilaksanakan oleh pihak swasta, bukan dari Pemprov DKI Jakarta," tegasnya.

Simak juga video 'Pengelola Krematorium di Semarang Kewalahan Bakar Jenazah Pasien Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)