Jurus-jusrus KH Ma'ruf Amin Terkait Otsus Papua

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 10:01 WIB
Jakarta -

Revisi kedua Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua sudah disahkan DPR, Kamis (15/7/2021). Salah satu poin di UU tersebut adalah hadirnya sebuah Badan Khusus Percepatan Pembangunan Papua (BK-P3).

Badan tersebut akan diketuai Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, beranggotakan Menteri Dalam Negeri, Menteri Bappenas, dan Menteri Keuangan, serta masing-masing perwakilan dari setiap provinsi di Papua.

Ma'ruf Amin saat berbincang dengan detikcom mengatakan soal Papua bukan hal baru baginya. Sebab, sebelumnya ia sudah menjadi Ketua Dewan Pengarah Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua sesuai dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2020.

Setidaknya ada tujuh sektor yang akan menjadi prioritas pembangunan di Papua, yakni di bidang pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, kemiskinan, infrastruktur, sustainable development goals (SDGs), dan kesejahteraan.

Ke depan, penggunaan dana otsus akan diatur sedemikian rupa agar lebih tepat guna dan benar-benar dirasakan masyarakat Papua. Pengawasan alokasinya pun akan lebih tegas dan ketat. "Penyalurannya tidak lagi langsung tapi disiapkan melalui blockgrant dan disalurkan berdasarkan proyek yang disiapkan. Jadi akan lebih terarah," tegas Ma'ruf Amin.

Ma'ruf berharap, jika pandemi COVID-19 sudah melandai, ia dapat lebih sering berkunjung ke Papua untuk memastikan bahwa program-program pembangunan yang dirancang berjalan sesuai target. Semula dia dijadwalkan akan mengunjungi beberapa daerah di Papua pada Januari lalu, tapi ditunda karena angka COVID-19 saat itu meningkat.

Sejauh ini, KH Ma'ruf Amin sudah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Papua dan Papua Barat. Juga dengan beberapa akademisi dari Universitas Cendrawasih dan sejumlah tokoh agama di Papua. Dia memetakan setidaknya ada enam kluster yang harus lebih intens ditemui untuk bertukar pikiran supaya ada kesamaan pandangan, yakni kluster pemerintahan, adat, agama, pendidikan, perempuan, dan pemuda.

"Kalau Papua dibangun dengan rasa persaudaraan dengan saling mencintai, mengasihi, dan perhatian bukan dengan curiga, saya pikir akan berjalan baik," kata Ma'ruf Amin optimistis.

(ddg/jat)