Rusak Kapal Timah di Babel, 7 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Deni Wahyuno - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 23:59 WIB
Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bangka -

Polisi menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus perusakan Kapal Isap Produksi (KIP) Citra Bangka Lestari di Perairan Bedukang, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel). Ketujuh orang ditetapkan tersangka usai terbukti melakukan perusakan KIP.

"7 orang telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka serta telah dilakukan penahan," jelas Kapolda Babel Irjen Anang Syarif Hidayat di Mapolda Babel, Selasa (20/7/2021).

Tersangka ditangkap di rumah masing-masing di Kabupaten Bangka, Senin (19/7). Ketujuh tersangka yakni, Suhardi alias Ngikiw (49), berperan sebagai orang yang menyuruh melakukan tindak pidana (menyuruh para pelaku naik keatas KIP dengan membawa kayu), Haryadi alias Beje (49), melakukan perusakan kapal dan melakukan pemukulan dengan menggunakan kayu terhadap Satpam KIP, Suranda.

Sedangkan, Heri Susanto als Nawi (36), Edi Hawanto (40), Panisila (54), Arman Juriadi (27) dan Yuliantara alias Kadir (33) berperan sebagai eksekutor perusakan KIP.

Untuk modusnya, para pelaku bersama-sama berangkat dari Pantai Air Antu dengan menggunakan perahu untuk naik ke atas KIP Citra Bangka Lestari, langsung melakukan kekerasan dan perusakan diseluruh bagian kapal dengan menggunakan alat berupa kayu dan besi.

Untuk diketahui, ratusan nelayan pada Senin (12/7) lalu, melakukan aksi menduduki KIP Citra Bangka Lestari di Perairan Bedukang, Kabupaten Bangka. Mereka menuntut pemerintah untuk membebaskan wilayah tangkap-ruang hidup nelayan dari operasi tambang. Namun aksi tersebut berujung perusakan hampir di seluruh bagian kapal.

"Kita pro dan anti timah, tidak. Itu tidak peduli, pro atau anti. Semua ada dasar hukumnya. Tetapi perusakannya yang perlu kita bahas. Kapal yang sah, kepemilikannya yang sah, dirusak dengan kondisi tertentu dan dikuasai selama dua hari," tegas Kapolda.

Menurutnya, selama dua hari itu, sudah dilakukan peringatan namun tidak diindahkan bahkan melawan petugas.

"Sudah kita peringatkan berkali-kali jangan ada kegiatan, tolong turun semuanya dengan baik-baik. Mereka menolak dan malah melawan petugas, dianggap petugas tidak ada apa-apanya," kata Anang.

"Ini saya jelaskan kepada para media, ini bukan kriminalisasi, ini perusakan. Silahkan datang ke pangkal balam dan lihat kondisi kapal sebenarnya. Apakah pantas kerusakan seperti itu dibiarkan saja? Jadi bukan kriminalisasi, tolong dicatat ini perusakannya, ini bukan masalah pro dan kontra tambang, tidak. Polri tidak menyentuh kesana," timpanya.

Polisi pun menyita barang bukti berupa kayu sebanyak kurang lebih 100 batang sepanjang kurang lebih 1 meter, 2 buah DVR CCTV Kapal, Peralatan kapal dan peralatan navigasi KIP Citra Bangka Lestari yang telah dirusak dan 1 karung pasir timah. Sementara itu kerugian mencapai Rp 8,7 miliar. Tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (1), ayat (2) dan Pasal 410 KUPidana.

CBL Buka Suara

Direktur Utama Citra Bangka Lestari Jubakner Nainggolan menyesalkan aksi masyarakat yang menduduki kapal perusahaan yang sedang beroperasi di Perairan Bedukang.

Pria yang kerap disapa Upay ini menilai aksi yang dilakukan sekelompok masyarakat mengatasnamakan nelayan ini telah terencana. Pasalnya, saat mendatangi kapal masyarakat telah membawa peralatan seperti kayu.

Dirinya juga menyayangkan aksi anarkisme yang merusak kapal beserta isinya, menyandera ABK yang bertugas, bahkan salah satu petugas keamanan sampai harus dilarikan ke Rumah Sakit.

"Ini aksi yang terencana, karena mereka datang dalam jumlah yang banyak, membawa peralatan yang lengkap sehingga menghancurkan kapal. Belum lagi aksi anarkisme sampai menyandera ABK, mengambil hasil tambang, merusak barang-barang di kapal," ujaranya.

Lihat juga Video: Evakuasi Dua Penambang Timah di Babel yang Tertimbun Longsor Galian

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)