Polisi Selidiki Penggerak Mahasiswa Pendemo Tolak PPKM di Jakpus

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 22:39 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 15 mahasiswa sempat diamankan seusai demo menolak kebijakan PPKM darurat di kawasan Kilosari, Cikini, Jakarta Pusat. Polisi kini tengah menyelidiki penggerak aksi tersebut.

"Sementara kita periksa saksi. Kita cari penggeraknya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi detikcom, Selasa (20/7/2021).

Demo itu terjadi pada Senin (19/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Demo diikuti 30 mahasiswa dari elemen HMI Jakarta Timur, HMI Jakarta Pustara (Pusat-Utara), dan SEMMI Jakarta Pusat.

Dalam tuntutannya, para peserta aksi menolak kebijakan PPKM darurat. Polisi menyayangkan aksi mereka setelah peserta aksi juga sempat melakukan tindakan anarkistis.

Petugas menilai ada sosok penggerak dari aksi unjuk rasa yang tidak mengantongi izin di tengah PPKM darurat tersebut.

"Itu yang kita mau cari (tokoh penggerak). Ini kan mahasiswa nggak banyak," jelasnya.

15 Mahasiswa Sempat Diamankan

Dari 30 orang peserta aksi, 15 orang di antaranya sempat diamankan ke Polda Metro Jaya. Para mahasiswa itu kemudian dipulangkan pada Selasa (20/7) sore tadi.

"Hari ini sudah dikembalikan," ujar Tubagus.

Sebelumnya, Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur mengatakan demo mahasiswa tersebut tidak mengantongi izin.

Petugas awalnya sempat memberikan imbauan kepada peserta aksi untuk membubarkan diri. Namun para pendemo tetap bertahan sehingga terjadi gesekan.

"Jadi mereka udah nutup jalan, ada ban. Nah, sebagai petugas, kan kita bersihin dulu biar orang bisa lewat. Begitu suruh bubar, temannya melawan, mulai pukul pakai megaphone. Akhirnya kita dorong pakai sirene mobil, eh malah ditimpuki kita. Kita amankan karena udah anarkistis," terang Guntur, Senin (19/7).

Tonton Video: 15 Mahasiswa Demo Tolak PPKM Darurat Diamankan

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "15 Mahasiswa Demo Tolak PPKM Darurat Diamankan"
[Gambas:Video 20detik]
(ygs/mea)