Mendes Akui Ada Penurunan Kesadaran Pakai Masker di Desa

Khoirul Anam - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 02:20 WIB
Kemendes usul dana otsusu Papua bisa digunakan untuk pembangunan desa.
Foto: Kemendes
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta Kepala Desa agar lebih giat mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker untuk mencegah penularan COVID-19. Ia mengakui, penggunaan masker di masyarakat desa mulai menurun sehingga penularan COVID-19 semakin meningkat dan masif.

"Berkali-kali Bapak Presiden memberikan gambaran betapa protokol kesehatan, utamanya pemakaian masker. Nah, ini di desa menurut saya ada penurunan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/7/2021).

Ia juga menegaskan agar seluruh warga desa menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti selalu memakai masker, mencuci pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta kurangi mobilitas atau interaksi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan perihal pemanfaatan dana desa tahun anggaran 2021. Menurutnya, ada tiga hal yang harus menjadi fokus kepala desa dalam memanfaatkan dana desa, salah satunya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa.

"Ini harus betul-betul dioptimalkan dan tidak boleh kurang dari tahun 2021 yang mencapai kurang lebih delapan juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bahkan di daerah tertentu bisa naik dari tahun sebelumnya," imbuhnya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa dana desa harus digunakan untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Adapun ia memiliki target minimal dana desa yang digunakan untuk PKTD mencapai Rp 16 triliun atau sama dengan tahun sebelumnya, dengan harapan menyerap tenaga kerja di desa yang terdampak COVID-19.

Terakhir, Halim meminta dana desa difokuskan untuk Desa Aman Covid yaitu mencegah penularan COVID-19, dengan cara memaksimalkan Pos Jaga Gerbang Desa yang telah disiapkan sejak tahun 2020.

Pos Jaga itu, kata dia, berfungsi untuk memantau pergerakan warga desa, baik warga desa dari dalam yang ingin keluar maupun warga yang datang dari luar wilayah desa, termasuk warga desa dari rantau.

"Ini harus ditingkatkan karena terbukti saat efektif menahan laju penyebaran COVID-19 di desa tahun 2020," pungkasnya.

(ega/ega)