SAR Temukan Lagi 6 ABK Kapal Tenggelam di Kalbar, 34 Orang Masih Hilang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 13:00 WIB
Tim SAR gabungan kembali menemukan 6 ABK yang jadi korban kecelakaan 18 kapal di perairan Kalbar akibat cuaca buruk (dok TNI AL)
Korban selamat diberi pertolongan pertama di atas KRI Kerambit-627. (dok TNI AL)
Jakarta -

Sebanyak 18 kapal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), diduga tenggelam akibat diterjang cuaca buruk. Tim SAR gabungan menemukan 6 korban.

Pada Senin (19/7) atau hari keenam pencarian, Tim SAR TNI AL yang tergabung dalam Operasi SAR Gabungan Basarnas berhasil menemukan enam korban. Dua korban ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan empat korban lainnya telah meninggal dunia.

"Korban selamat bernama Aris (27) asal Pontianak dan Maulana (20) asal Sungai Kakap, keduanya merupakan ABK KM Kawan Lama 999 yang ditemukan Tim SAR TNI AL dalam keadaan selamat yang langsung memberikan pertolongan pertama di atas KRI Kerambit-627," kata Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid dalam keterangannya, Selasa (20/7/2021).

"Sedangkan 4 korban lainnya telah meninggal dunia telah diserahkan ke Posko SAR gabungan untuk proses lebih lanjut," tambahnya.

Dalam operasi gabungan ini, TNI AL mengerahkan dua pesawat patroli maritim, 2 pesawat udara CN235 P-8305 dan Cassa MPA P-8203, 2 kapal perang KRI Kerambit-627 dan KRI Clurit-641, 2 Kapal Patroli Angkatan Laut Kal Lemukutan dan Kal Sambas, serta tim SAR Lantamal XII Pontianak.

Tim SAR gabungan kembali menemukan 6 ABK yang jadi korban kecelakaan 18 kapal di perairan Kalbar akibat cuaca buruk (dok TNI AL)Dua korban selamat merupakan ABK KM Kawan Lama 999. Korban selamat diberi pertolongan pertama di atas KRI Kerambit-627. (dok TNI AL)

TNI AL menyatakan akan memaksimalkan kembali pencarian dan pertolongan korban dalam mendukung operasi SAR gabungan yang digelar oleh Basarnas.

"Dengan mengerahkan potensi yang dimiliki TNI AL, baik personel maupun alutsista akan dimaksimalkan dalam misi kemanusiaan yang merupakan salah satu implementasi pelaksanaan perintah pimpinan TNI AL, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono kepada jajarannya" kata dia.

Hingga Selasa (20/7) atau hari ketujuh Operasi Gabungan SAR, 104 orang telah ditemukan, yang terdiri atas 83 orang selamat dan 31 orang dalam keadaan meninggal dunia. Hingga kini, Tim SAR masih terus mencari 34 orang lainnya.

Dilaporkan setidaknya ada 17 kapal yang mengalami insiden di Laut Natuna Selatan hingga perairan Kepulauan Karimata pada Rabu (13/7) dan Kamis (14/7) pekan lalu.

Kapal-kapal yang terlibat kecelakaan terdiri dari 14 kapal nelayan, 2 tugboat, dan 1 yacht dilaporkan hilang, terdampar, hingga tenggelam. Sebanyak 138 orang berada di dalam kapal-kapal tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi mengatakan pencarian menggunakan metode penyelaman di titik-titik tertentu apabila memang memungkinkan, baik dari segi cuaca maupun lainnya.

Tim SAR gabungan kembali menemukan 6 ABK yang jadi korban kecelakaan 18 kapal di perairan Kalbar akibat cuaca buruk (dok TNI AL)Dari 6 ABK korban kecelakaan yang ditemukan, 4 di antaranya dalam kondisi meninggal. (dok TNI AL)

"Hingga saat ini jumlah KM yang tercatat tenggelam dampak cuaca buruk menjadi 18 unit, kemarin tercatat lagi satu unit KM pemancing yang juga dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Pantai Kijing, yang semua anak buah kapal (ABK) sebanyak tiga orang selamat," kata Yopi seperti dilansir Antara.

Berdasarkan data SAR Pontianak, total ABK yang menjadi korban sebanyak 138 orang, yang terdiri atas 81 orang selamat, 42 orang dalam pencarian, dan 15 orang ditemukan meninggal.

Ombak tinggi yang terjadi di wilayah perairan Kalimantan Barat pada Selasa (13/7) malam telah membuat setidaknya 18 unit kapal motor tenggelam.

"Pencarian di laut diperluas menjadi 2.300 nautical mile, kemudian dari udara seluas 3.000 nautical mile, dan melalui pesisir mulai dari pesisir Pantai Tanjung Bangkai hingga ke pesisir Pantai Jungkat untuk kemungkinan mencari korban yang mungkin terdampar di pesisir pantai," ujarnya.

Tonton juga Video: Bangkai KMP Yunicee Dipastikan Tak Ganggu Penyeberangan Jawa-Bali

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/hri)