Idul Adha, Ketua KPK Ajak Teladani Perilaku Antikorupsi Keluarga Nabi Ibrahim

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 00:07 WIB
Proses pelantikan 1.271 pegawai KPK jadi ASN curi perhatian publik. Ketua KPK Firli Bahuri pun angkat suara terkait proses pelantikan para pegawai KPK tersebut.
Firli Bahuri (Foto: Andhika Prasetia/Detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan momen Idul Adha 1442 H ini, masyarakat Indonesia masih harus hidup berdampingan dengan virus Corona (COVID-19). Akan tetapi, kata Firli, hal itu tidak mematahkan semangat untuk memetik pelajaran dari kisah keluarga Nabi Ibrahim tentang pemberantasan korupsi.

"Tidak sedikit hikmah serta nilai-nilai kehidupan yang dapat kita petik dari makna dan esensi Idul Adha, hari raya kurban, salah satunya dari sejarah kisah Nabi Ibrahim AS dan istrinya Siti Hajar dan buah hati mereka, Ismail AS, satu diantara kisah 25 Nabi yang biasa kami dengar sebagai dongeng pengantar tidur semasa kecil, oleh almarhum ayah dan ibu," kata Firli dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (19/7/2021).

Firli menerangkan kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Nabi Ismail banyak memberikan suri tauladan yang baik tentang arti pengorbanan dan keikhlasan untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Firli menyebut sikap keluarga Nabi Ibrahim itu patut menjadi solusi permasalahan korupsi yang sudah mengakar di Tanah Air.

"Tidak berlebihan jika kami menilai esensi, makna serta nilai-nilai kehidupan dari tauladan yang diberikan keluarga Nabi Ibrahim, adalah solusi dari permasalahan besar bangsa kita, yaitu laten korupsi serta perilaku koruptif yang masih berurat akar di republik ini," tuturnya.

Firli mengatakan anak-anak bangsa sudah sepatutnya meneladani sikap keberanian Nabi Ismail. Termasuk juga sikap kesatria sang ayah, Nabi Ibrahim, dalam melawan korupsi saat Perang Badar.

"Negeri ini butuh anak-anak bangsa yang memiliki keberanian luar biasa layaknya seorang Ismail, kerelaan dan keikhlasan sejatinya Siti Hajar, keteguhan segenap hati serta jiwa ayah bernama Ibrahim, dalam perang badar melawan korupsi yang telah menggurita di negeri ini," katanya.

Firli mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha ini sebagai waktu yang tepat untuk menjauhkan diri dari perilaku koruptif. Kisah keluarga Nabi Ibrahim sudah seharusnya menjadi benteng diri untuk tidak memelihara sifat tamak dan dendam antar sesama.

"Bercermin dari keluarga Nabi Ibrahim dan Idul Adha, hari kurban, hal ini seyogyanya kita jadikan momentum untuk melempar jauh perilaku koruptif, menyembelih sifat serta tabiat tamak layaknya seekor binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia," imbuhnya.

Tak hanya sampai disitu, Firli juga kemudian berbicara perihal riwayat hadis yang menyebutkan bahwasanya Nabi Muhammad SAW enggan menyalatkan jenazah yang menggelapkan harta yang bukan haknya. Nabi Muhammad kemudian meminta sahabatnya untuk menyalatkan.

"Dalam perspektif sejarah Islam, sebuah riwayat hadis bahkan menyebut bahwa Baginda Rasulullah Muhammad SAW enggan menyalatkan jenazah seseorang yang melakukan penggelapan harta, naudzubillah min dzalik. Alasan Nabi Muhammad SAW enggan mennyalakan jenazah tentara tersebut adalah almarhum telah menggelapkan harta yang bukan menjadi haknya. Meskipun demikian, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menshalati jenazah almarhum sebelum dikebumika," jelasnya.

Firli berharap masyarakat dapat belajar dari kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad dengan turut serta menjaga perilaku antokorupsi. Firli juga mengajak seluruh pihak untuk beribadah salat Idul Adha di rumah saja.

"Dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, khususnya Baginda Rasulullah Muhammad SAW, esensi dan makna Idul Adha serta menjaga akhlakul karimah antikorupsi mari kita rayakan Idul Adha, hari raya kurban dengan sederhana, beribadah bersama keluarga di rumah saja dan tetap meriahkan Lebaran dengan bersilaturahmi ke sanak family, keluarga, teman, sahabat melalui tatap muka langsung via online, dan senantiasa berdoa memohon kehadirat Allah SWT dalam perang badar bangsa ini melawan korupsi di NKRI," ujar Firli.

(whn/dwia)