PKB Serang 2 Menteri NasDem: Menkominfo Buruk, Mentan Gagal!

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 21:42 WIB
Syahrul Yasin Limpo dan Surya Paloh dalam acara Nasdem
Syahrul Yasin Limpo (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)

NasDem Bela 2 Menterinya

Partai NasDem juga tak mau Johnny G Plate dan Syahrul Yasin Limpo jadi 'bulan-bulanan'. NasDem lebih dulu membeberkan kinerja Syahrul selaku Mentan.

"BPS menyatakan bahwa pertumbuhan yang diberikan oleh Kementan adalah salah satu kementerian yang nilainya plus, baik di tahun 2020 maupun 2021. Kita ketahui bahwa stok beras pada semester I itu masih surplus, dan sampai pada semester II 2021 itu diperkirakan masih ada 9 juta ton beras yang masih ada," papar Ketua Bid Media dan Komunikasi Publik DPP Nasdem, Charles Meikyansah, kepada wartawan.

"Artinya tugas-tugas Kementan hari ini sudah memenuhi persyaratan, sudah sesuai kinerja yang ditetapkan presiden," sambung dia.

Sekjen NasDem, Johnny G PlateSekjen NasDem Johnny G Plate Foto (Ari Saputra/detikcom)

Charles mengaku bukan membela Syahrul Yasin. Dia diketahui juga tercatat sebagai anggota Komisi IV DPR. Komisi IV DPR merupakan alat kelengkapan dewan (AKD) yang bermitra kerja dengan Kementan.

"Bukannya kami membela menteri-menteri kami. Apa yang harus diminta maaf? Iya apa pun itu, minta maaf penting dengan segala kerendahan hati. Tapi kan jelas bahwa kinerja menteri itu kan ditentukan juga oleh apa yang dihasilkan mereka. Saya melihat target-target yang ditentukan bersama dengan DPR itu sudah tercapai," tutur Charles.

Charles selanjutnya menanggapi kritikan Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim terhadap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Luqman menilai Johnny bertanggung jawab atas ketidaksinkronan pernyataan Menko PMK Muhadjir dengan Luhut soal perpanjangan PPKM darurat.

"Apakah semua menteri itu sekarang harus satu suara dikumpulkan terus Bang Johnny yang bicara? Apakah Menkeu nggak boleh bicara tentang keuangan? Apakah Menko Kesra nggak boleh bicara kesejahteraan, apakah Pak Luhut, apalagi yang ditunjuk Presiden sebagai penanggung jawab PPKM darurat Jawa-Bali itu, juga tidak boleh bicara tentang evaluasi PPKM dan lain-lain," papar Charles.

Charles tak menampik koordinasi antarmenteri itu penting. Namun, menurutnya, kritik Luqman Hakim itu tidak relevan karena Johnny bukan menteri yang ditunjuk sebagai juru bicara pemerintah.

"Ya jangan disalahkan Pak Johnny kalau gitu. Kecuali memang ada instruksi dari Presiden bahwa yang bicara untuk menteri itu hanya satu, yaitu Menkominfo. Nah itu boleh juga. Kan ingat, tapi waktu itu bukan Menkominfo, itu Menteri Penerangan, dan itu tupoksinya sangat berbeda dengan Menkominfo sekarang," terang Charles.

Seperti diketahui, Luhut sebelumnya meminta maaf karena belum optimalnya PPKM darurat. Luhut berjanji pemerintah akan terus bekerja keras agar laju penyebaran COVID-19 varian Delta dapat ditekan.

"Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa dan Bali ini masih belum optimal," kata Luhut Pandjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7).


(zak/tor)