HNW: Salat Idul Adha di Zona PPKM atau Tidak, Harus Perhatikan Prokes

Khoirul Anam - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 21:30 WIB
Umat muslim melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/7/2020). Pelaksanaan shalat Idul Adha di masjid tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, pengaturan jarak serta pengurangan jumlah jamaah yang biasanya mencapai 40.000 orang menjadi 5.000 jamaah. ANTARA FOTO/Moch Asim
Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah salat Idul Adha, pemotongan hewan serta pembagian daging kurban. Ia juga mendorong masyarakat untuk mengikuti ketentuan dan tata cara ibadah Idul Adha, seperti yang telah difatwakan dan ditausiahkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), NU, maupun Muhammadiyah.

"Salat Idul Adha baik di zona PPKM maupun tidak, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana fatwa MUI, NU dan Muhammadiyah, dan edaran Kemenag. Termasuk dalam hal pemotongan dan penyaluran daging kurban," kata HNW dalam keterangannya, Senin (19/7/2021).

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini menjelaskan hukum salat Idul Adha dan ibadah kurban adalah sunnah muakkadah. Ia mengungkapkan sudah semestinya pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengindahkan kewajiban menjaga keselamatan diri dan ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam.

Lebih lanjut, dia menyebutkan pendistribusian daging kurban tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan. Sebab, kata dia, banyak masyarakat terdampak COVID-19 yang bukan hanya umat Islam sehingga ibadah pembagian daging hewan kurban diharapkan dapat meningkatkan solidaritas sosial di antara masyarakat.

"Daging kurban dibagikan kepada warga yang berhak, juga kepada warga yang sedang isolasi mandiri, tanpa membedakan SARA maupun latar belakang pilihan politik. Sehingga hari raya di tengah pandemi kali ini bisa jadi momentum memperkuat solidaritas dan persatuan bangsa. Suatu kontribusi psikologis dan sosial yang dipentingkan untuk mengatasi COVID-19," ujarnya.

HNW juga mengingatkan agar 327 warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi dan mendapatkan kesempatan berhaji dapat melaksanakan ibadahnya dengan selamat dan aman dari penularan COVID-19.

Ia berharap jemaah haji WNI agar mendapatkan haji yang mabrur, serta meminta kepada mereka agar dalam proses pelaksanaan haji memperhatikan prokes yang diberlakukan oleh pemerintah setempat.

HNW meminta mereka turut mendoakan saudara-saudara di Tanah Air supaya segera terbebas dari pandemi COVID-19 dan permasalahan lainnya.

"Semoga jemaah haji Indonesia tahun 1442 H mendapatkan haji yang mabrur dan tahun depan calon jemaah haji Indonesia bisa kembali diberangkatkan bahkan dengan kuota yang lebih tinggi dari sebelumnya. Semoga Allah mengabulkan doa para jemaah haji untuk sehat wal afiat dan selamatnya umat Islam juga bangsa Indonesia, bahkan bangsa-bangsa sedunia, dari jahatnya COVID-19 dengan segala dampak buruknya," kata HNW.

Simak juga video 'Menag: Jadikan Idul Adha Kali Ini Buat Wukuf, Optimalkan Ibadah di Rumah':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)