Habiburokhman Kecam Karutan Depok Tersangka Narkoba: Pagar Makan Tanaman!

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 16:56 WIB
Habiburokhman (Dok. Habiburokhman)
Foto: Habiburokhman (Dok. Habiburokhman)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra Habiburokhman mengecam Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Depok berinisial A yang ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba. Habiburokhman mengibaratkan A dengan peribahasa 'pagar makan tanaman'.

"Jika memang terbukti seharusnya orang itu dihukum berat. Dia harusnya menjalankan tugas membina narapidana agar menjadi orang baik, kok malah dia ikut terlibat. Ini ibarat pagar makan tanaman," kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Habiburokhman mengingatkan peredaran narkoba dari dalam lapas merupakan salah satu masalah yang kini belum bisa diselesaikan oleh Kemenkumham. Anggota DPR dari dapil DKI Jakarta I itu menyebut peredaran narkoba dari dalam lapas bisa terjadi jika ada keterlibatan petugas.

"Fenomena pengendalian peredaran narkoba dari lapas adalah satu PR Kemenkumham yang belum selesai. Aneh sekali, di tempat orang menjalani pidana kok bisa terjadi tindak pidana, dan itu hanya bisa terjadi dengan adanya keterlibatan petugas," sebut Habiburokhman.

Karena itu Habiburokhman menegaskan pemberantasan peredaran narkoba dari dalam lapas tidak boleh berhenti. Waketum Gerindra itu meminta adanya kontrol ketat terhadap penggunaan alat komunikasi di lapas.

"Oleh karena itu penindakan jangan hanya berhenti pada satu dua oknum, harus dibongkar sampai tuntas jaringannya. Siapa saja yang melakukan, menyuruh melakukan dan melakukan pembiaran harus diberi sanksi administrasi dan juga pidana," ucapnya.

"Hal lain yang urgen adalah bagaimana kontrol ketat jangan sampai ada alat komunikasi di dalam LP. Harus terus dilakukan razia dan dipasang alat pengacak signal," pungkas Habiburokhman.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Barat menangkap Karutan Depok berinisial A terkait penyalahgunaan narkoba. A disebut mendapatkan barang haram tersebut dari seorang narapidana (napi) berinisial M di Lapas Depok.

"Tersangka A mendapatkan narkotika tersebut dari Tersangka M yang juga berhasil diamankan pada tanggal 28 Juni 2021. Tersangka A mengenal tersangka M sejak tahun 2009 saat tersangka M menjadi Napi di Lapas tempat tersangka A bekerja," ujar Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKPB Ronaldo Maradona kepada wartawan, Minggu (18/7).

(zak/tor)