Dinkes DKI: Tingkat Hunian Tempat Isolasi Terkendali Saat Ini 27-30%

Tiara Aliya - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 14:57 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti (Karin/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 184 tempat isolasi terkendali pasien COVID-19 di Ibu Kota. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan sejauh ini tingkat keterisian tempat isolasi COVID-19 sekitar 27-30%.

"Kami sudah menyiapkan isolasi terkendali dan tingkat hunian isolasi terkendali ini saat ini 27-30%. Artinya, masih punya spare tempat untuk isolasi terkendali bagi warga yang terkonfirmasi positif, baik OTG maupun gejala ringan," kata Widyastuti dalam pemaparannya di Rilis Survei LSI: Sikap Publik terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah yang dilihat di YouTube, Senin (19/7/2021).

Di sisi lain, Widyastuti mengungkapkan, kondisi tempat tidur perawatan pasien COVID-19 makin menipis. Hal ini terjadi karena penambahan pasien bergejala sedang dan berat berlangsung sangat cepat.

"Ini kapasitas tempat tidur kita yang terus-menerus kita tambah karena persentase kasus yang menjadi sedang dan berat itu menjadi bertambah cepat," ungkapnya.

Widyastuti mengatakan saat ini kebutuhan kamar isolasi terkendali pasien COVID-19 masih memadai. Kendati demikian, penambahan tempat tidur di 140 rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 perlu dilakukan.

"Kita sedang berjuang terus menambah kapasitas (RS)," ujarnya.

Selain itu, Widyastuti mengatakan saat ini puskesmas dapat memberikan obat antivirus kepada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dengan begitu, dia berharap pihaknya dapat mencegah kondisi pasien menjadi cepat memburuk.

"Kita berharap dengan meningkatnya status pasien yang lebih cepat menjadi gejala sedang dan berat, kami sudah kolaborasi kepada berbagai pihak penyiapan obat di lapangan sehingga teman-teman kita di puskesmas tidak hanya menyediakan layanan telekonsultasi atau pendampingan atau berikan vitamin tapi juga diberikan kewenangan untuk memberikan antivirus," jelasnya.

"Antivirus ini dengan harapan semakin dini diberikan harapannya status pasien yang OTG atau ringan tidak cepat menjadi berat," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggambarkan kondisi rumah sakit rujukan di Ibu Kota di tengah melonjaknya kasus Corona. Anies menyebut masih ada warga yang belum bisa masuk rumah sakit.

Hal ini diutarakan Anies seusai rapat evaluasi PPKM darurat bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, dan Kajati DKI Jakarta Asri Agung di Monumen Nasional (Monas). Anies menyatakan saat ini keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS DKI menghadapi rintangan.

"Memang BOR (bed occupancy rate) kita menghadapi tantangan karena banyak dari masyarakat mengantre belum bisa masuk RS," kata Anies, Minggu (18/7/2021).

Anies menilai perlunya meningkatkan manajemen pengelolaan rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya agar ketersediaan ruang isolasi terjaga dengan baik. Eks Mendikbud itu memastikan perbaikan pengelolaan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan terus diupayakan.

Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta menambah lokasi isolasi terpusat pasien COVID-19 di Ibu Kota. Saat ini total ada 184 tempat isolasi yang disediakan Pemprov DKI.

Daftar tempat isolasi ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 891 Tahun 2021 tentang Penetapan Lokasi Isolasi dan Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Lokasi Isolasi dalam Rangka Penanganan COVID-19.

Dilihat detikcom, Jumat (16/7/2021), ada penambahan 152 lokasi isolasi pasien COVID-19. Sebelumnya, Pemprov DKI hanya menunjuk 32 lokasi dengan kapasitas 9.461 orang.

(mae/mae)