Tempat Tidur Isolasi Pasien Corona di 140 RS DKI Terisi 89%-ICU 94%

Tiara Aliya - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 13:50 WIB
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group.
Ilustrasi rumah sakit (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Data keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien COVID-19 di rumah sakit Jakarta masih tinggi. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti melaporkan saat ini keterisian tempat tidur isolasi sebesar 89 persen, sedangkan keterisian ruang ICU 94 persen.

"Tempat tidur isolasi 89 persen, ICU 94 persen," kata Widyastuti dalam pemaparannya di Rilis Survei LSI: Sikap Publik Terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah yang disiarkan melalui YouTube, Senin (19/7/2021).

Widyastuti melaporkan, saat ini ada 140 rumah sakit yang menangani pasien COVID-19. Dari ratusan RS tersebut, kapasitas tempat tidur isolasi telah terisi 89 persen atau 10.281.

"Total ada 11.608 tempat tidur isolasi di RS," jelasnya.

Kemudian, jumlah tempat di ruang ICU RS Jakarta telah terpakai sebanyak 94 persen atau 1.447. Total terdapat 1.546 tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19.

"Penambahan kapasitas RS terus dilakukan namun berkejaran dengan peningkatan pesat jumlah warga yang membutuhkan perawatan di RS," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggambarkan kondisi rumah sakit rujukan di Ibu Kota di tengah melonjaknya kasus Corona. Anies menyebut masih ada warga yang belum bisa masuk rumah sakit.

Anies menilai perlunya meningkatkan manajemen pengelolaan rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya agar ketersediaan ruang isolasi terjaga dengan baik.

"Memang BOR (bed occupancy rate) kita menghadapi tantangan karena banyak dari masyarakat mengantre belum bisa masuk RS," kata Anies, Minggu (18/7/2021).

Simak video 'Selain Ketersediaan Obat, Warga Keluhkan Penanganan Puskesmas Kurang Maksimal':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)