Hari Raya Idul Adha di Masa PPKM: Arahan Menag-Fatwa Muhammadiyah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 14:54 WIB
Hari Raya Idul Adha di Masa PPKM: Arahan Menag-Fatwa Muhammadiyah
Hari Raya Idul Adha di Masa PPKM: Arahan Menag-Fatwa Muhammadiyah (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Hari Raya Idul Adha 1442 H akan berlangsung di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Kegiatan yang biasanya diramaikan dengan takbiran keliling ini akan berbeda untuk tahun ini.

Hal ini dilakukan akibat lonjakan kasus COVID-19 hingga 50 ribu per hari. Potensi penularan di masa perayaan Hari Raya Idul Adha sangat tinggi, terlebih di lingkungan keluarga.

Sejumlah arahan dan fatwa disampaikan guna mendorong masyarakat menaati aturan. detikcom merangkumkan sejumlah informasinya berikut ini:

Arahan Menag di Hari Raya Idul Adha

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan umat Islam di Indonesia untuk menaati aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menag No 17 Tahun 2021. Dalam aturan tersebut, salat Idul Adha di masjid dan lapangan selama masa PPKM dilarang. Selain itu, ada larangan untuk menggelar takbiran.

"Dilarang takbiran yang berupa arak-arakan maupun takbiran yang berkerumun di dalam masjid. Arak-arakan, baik arak-arakan kendaraan maupun jalan kaki ini dilarang. Kami Kementerian Agama juga mengatur dan mempersilakan seluruh masyarakat muslim untuk tetap melaksanakan takbiran, tetapi di rumah saja, karena itu tidak mengurangi sama sekali dari makna malam takbiran," tutur Yaqut dalam konferensi pers, Jumat (16/7/2021).

"Salat Idul Adha hanya bisa dilakukan di rumah. Tidak ada salat Idul Adha di lapangan atau di masjid dalam masa PPKM darurat ini," imbuh dia.

Yaqut kemudian mengingatkan bahwa dalam Islam ada hukum ketaatan. Dia mengatakan ketaatan itu juga wajib dilakukan kepada pemerintah yang mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat.

"Bahwa di Islam itu ada hukum ketaatan, bahwa taat hukum ketaatan kepada Allah, taat kepada Rasul itu mutlak wajib. Wajib hukumnya taat kepada pemerintah itu muqoyyad namanya, ada pengecualian. Ketika pemerintah mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka pemerintah wajib untuk dipatuhi. Hukum dalam Islam. Taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada ulil amri atau pemerintah," jelas Yaqut.

Sebagai solusi, pemerintah mengajak masyarakat untuk terlibat takbir akbar virtual. Masyarakat diminta menggemakan tabir di rumah masing-masing.

"Mari meriahkan malam Hari Raya Idul Adha dalam takbir akbar virtual," kata Yaqut dalam keterangannya, Senin (19/7).

Takbir Akbar Virtual akan disiarkan stasiun-stasiun televisi, radio, dan media lainnya, termasuk media sosial. Acara dijadwalkan akan dimulai pada pukul 19.30 WIB.

PWNU Jatim Terbitkan SE soal Perayaan Hari Raya Idul Adha

PWNU Jawa Timur menerbitkan Surat Edaran (SE) pelaksanaan Salat Idul Adha, penyembelihan, dan distribusi hewan kurban pelaksanaan ibadah selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. SE ini memiliki nomor 982/PW/A-II/L/II/2021 di mana salat Idul Adha dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah saja.

Sementara untuk khotbah salat Idul Adha dengan berjemaah jika memungkinkan hendaknya tetap dilakukan.

Terkait penyembelihan hewan kurban, panitia diminta menghindari kerumunan warga dengan tetap menaati protokol kesehatan. Penyembelihan kurban dapat dilakukan di hari-hari tasyrik, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Fatwa Muhammadiyah soal Perayaan Hari Raya Idul Adha

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerbitkan fatwa terkait perayaan Idul Adha 1442 H. Hal ini dilakukan sebagai respon atas lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini.

"Sehubungan dengan itu dan merujuk kepada Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggal 26 Rajab 1441 H/21 Maret 2020 M yang menjadi Lampiran Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/Edr/I.0/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Covid-19, dan Fatwa tanggal 03 Zulkaidah 1441 H/24 Juni 2020 M yang menjadi Lampiran Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 06/EDR/I.0/E/2020 Tanggal 03 Zulkaidah 1441 H/24 Juni 2020 M, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah memandang perlu untuk menetapkan fatwa ini," jelas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, Senin (19/7/2021).

Prof Abdul Mu'ti tidak menyarankan adanya takbir keliling dan meminta masyarakat memilih untuk melakukannya di rumah masing-masing. Begitu pula terkait salat Idul Adha di lapangan, masjid, atau tempat fasilitas umum sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan.

"Salat Idul Adha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan," jelas Prof Abdul Mu'ti.

Pihaknya juga menyampaikan terkait penyembelihan hewan kurban.

"Jika ada penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) agar lebih sesuai syariat dan higienis," ungkapnya.

(izt/dhn)