Stok Vaksin Sulsel Menipis, Pemprov Fokus Vaksinasi di Daerah COVID Tertinggi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 12:32 WIB
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (Hermawan/detikcom).
Foto: Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (Hermawan/detikcom).
Makassar -

Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengungkap stok vaksin di Sulsel kian menipis dan diprediksi akan habis dalam 2 sampai 3 hari ke depan. Kini Pemprov Sulsel fokus menggelar vaksinasi di daerah kabupaten/kota yang memiliki angka penyebaran COVID-19 tertinggi.

"Ketika vaksin ini masih terbatas maka kita sebenarnya menginginkan penyasaran vaksinasi itu adalah di wilayah penyebaran yang tinggi sehingga herd immunity cepat terbentuk di zona-zona kota-kota kabupaten yang memiliki penyebaran tinggi," ujar Andi kepada wartawan di RSKD Dadi Sulsel di Makassar, Senin (19/7/2021).

Andi mengungkapkan, stok vaksin di Sulsel saat ini tersedia sekitar 33.000 vial, atau untuk disuntikkan ke 300.000 warga Sulsel

"Tetapi kemarin sudah terpakai lagi, seperti contoh Makassar 5.600 (stok), sekarang sudah terpakai lagi. Dalam 2 hari sampai 3 hari sudah terpakai sekitar 3000-an dan saya rasa dalam 2 hari ke depan mungkin bisa saja habis," ungkap Andi.

Menurut Andi, Pemprov Sulsel idealnya membutuhkan sedikitnya 700 ribu vial vaksin. Oleh sebab itu, dia mengaku pihaknya masih terus menunggu suplai vaksin dari Pemerintah Pusat.

"Intinya dipakai saja semua, kan ada suntikan pertama 14 hari, harusnya 700 ribu vial yang semuanya jadi harusnya dipakai semua," katanya.

Ada Kabupaten/Kota di Sulsel Sudah Kehabisan Stok Vaksin

Andi juga mengungkapkan bahwa sejumlah Kabupaten atau Kota di Sulsel malah sudah kehabisan vaksin.

"Sudah ada yang nol malahan, sudah habis stoknya," katanya.

Daerah yang sudah kehabisan stok vaksin tersebut adalah Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu Utara. Oleh sebab itu, suplai yang berkesinambungan disebut Andi sangat diperlukan.

"Seperti Luwu Timur, Luwu Utara kalau tidak salah sudah habis juga stoknya. Kita tinggal menunggu cadangan juga di kementerian ya," katanya.

(hmw/nvl)