COVID-19 Bali Tembus 1.019, Permintaan Oksigen RS Swasta Naik 5 Kali Lipat

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 11:02 WIB
Close-up of medical oxygen flow meter  shows low oxygen or an nearly empty tank
Foto Ilustrasi Oksigen (Getty Images/iStockphoto/Toa55)
Denpasar -

Permintaan oksigen di sejumlah rumah sakti swasta di Bali naik hingga 5 kali lipat seiring kasus aktif COVID-19 di Bali yang sudah menembus angka 1.019 orang. Ini pertama kalinya kasus COVID-19 di Pulau Dewata menembus hingga empat digit.

"Tidak mudah menetapkan (kebutuhan oksigen), yang jelas kondisi sekarang produksi tetap tapi permintaan oksigen naik 3 sampai dengan 5 kali lipat," ujar Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali, Ida Bagus Gede Fajar Manuaba, Senin (19/7/2021).

Fajar belum merincikan angka kenaikan oksigen menjadi 5 kali lipat di Bali dalam beberapa hari terakhir. Dia hanya mengatakan produksi oksigen saat ini tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Terlebih khusus oksigen cair, pihaknya masih mendatangkan dari Pulau Jawa.

Sedangkan khusus oksigen gas sudah menjadi rebutan. Kini, pasien yang berada di rumah sakit swasta di Bali banyak yang dirujuk ke rumah sakit pemerintah karena kekurangan oksigen.

"Sekarang banyak (pasien) yang dirujuk dari (rumah sakit) swasta ke rumah sakit pemerintah, khususnya (RSUP) Sanglah. (Kami) tidak berani merawat pasien tanpa oksigen," jelas Fajar.

Fajar menjelaskan, soal pemenuhan oksigen, rumah sakit swasta dan pemerintah mengambil dari Pos Koordinasi Penyediaan Oksigen Medis untuk Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali. Meski begitu, masalah ketersediaan oksigen juga belum terselesaikan.

"Di Satgas (Pos Oksigen) tidak mengikutsertakan Persi atau ARSSI. Jadi rumah sakit sifatnya hanya konsumen saja dan menunggu nasib," kata dia.

"Biasanya kita daftar kebutuhan via online namun tidak ada jaminan bisa terpenuhi. Pengadaan dan kebutuhan amat timpang. Apalagi oksigen cair datangkan dari Banyuwangi. Sedangkan kebutuhan di Jatim amat besar," imbuh Fajar.

Melihat adanya situasi tersebut, Fajar mengusulkan agar terdapat instalasi produksi oksigen di Bali. Terlebih di Pulau Dewata sudah terdapat 71 rumah sakit.

"Sudah saatnya kita membangun instalasi produksi oksigen cair di Bali, apalagi ada 71 RS di Bali. Sekaligus membuat pengolahan limbah medis, kasus meningkat tapi sampah dikirim ke Jawa Barat," terangnya.

Seperti diketahui, kasus COVID-19 di Bali terus melonjak di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Bahkan untuk pertama kalinya kasus COVID-19 di Pulau Dewata menembus empat digit atau 1.019 kasus pada Sabtu (17/7).

Sementara itu, pada Minggu (18/7) kemarin, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Bali sebanyak 944 orang. Jumlah itu terdiri atas 753 kasus melalui transmisi lokal, 185 pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), dan 6 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Simak juga video 'Sejumlah Media Asing Soroti Lonjakan Kasus COVID-19 di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)