PAN Minta Polisi Usut Penyebar Hoax Ambulans Mondar-mandir Takuti Warga

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 08:03 WIB
Petugas bersiap menurunkan jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol COVID-19 dari dalam mobil ambulans di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (21/6/2021). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Senin (21/6) menyebutkan kasus positif COVID-19 bertambah 14.536 orang sehingga total menjadi 2.004.445 orang, sementara kasus pasien sembuh bertambah 9.233 orang menjadi 1.801.761 orang, dan kasus meninggal akibat COVID-19 bertambah 294 jiwa sehingga totalnya menjadi 54.956 jiwa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Ilustrasi ambulans (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Beredar kabar palsu bahwa ambulans yang mondar-mandir tak berisi atau kosong untuk menakut-nakuti warga. PAN meminta polisi menangkap penyebar hoax tersebut.

"Pihak kepolisian diminta untuk mengusut pelaku penyebar hoaks. Kepolisian memiliki satuan khusus terkait hal itu, Dittipidsiber (direktorat tindak pidana siber). Satuan ini biasanya selalu cepat dalam memburu para pelaku siber. Diharapkan, dengan tindakan cepat dan tegas dari aparat hukum, para pelaku akan segera ditangkap," ujar Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay kepada detikcom, Minggu (18/7/2021).

Selain itu, Saleh meminta polisi mengusut pelaku pelemparan mobil ambulans di Solo dan Yogyakarta. Diinfokan, pelemparan batu itu terjadi setelah hoax seputar 'ambulans kosong mondar-mandir untuk takuti warga' tersebar.

"Ambulans, sopir dan petugasnya sedang bekerja. Kerja-kerja kemanusiaan. Karena itu, sangat tidak pantas jika ada orang yang melempar mereka (dengan batu atau helm). Orang-orang yang melempar itu justru tidak punya rasa kemanusiaan," jelas Saleh.

Saleh DaulaySaleh Daulay (Tsarina/detikcom)

Di kesempatan yang sama, Saleh meminta masyarakat menyaring berita yang ada di media sosial maupun aplikasi percakapan. Masyarakat juga diwanti-wanti mempertimbangkan untuk tidak sharing berita-berita yang tidak jelas asal-usulnya.

"Cara bijaksana dalam menerima berita adalah melakukan verifikasi dan mencari berita ke sumber terpercaya. Harus hati-hati betul dalam memperlakukan berita. Sebab, jika berita yang dibagikan tidak benar, maka kita termasuk bagian dari penyebar kabar palsu tersebut. Ini penting diingatkan sebab di dunia maya lalu lintas informasi sangat padat. Dan sudah terbukti bahwa sebagian di antaranya adalah hoax," imbuh Saleh.

Kabar Hoax Ambulans Mondar-mandir

Polisi meringkus pelaku perusakan mobil ambulans yang tengah membawa pasien di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelaku merusak kaca mobil ambulans dengan helm karena termakan medsos yang menyebut banyak mobil ambulans yang lalu-lalang aslinya tidak membawa pasien.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan bahwa kejadian bermula saat sopir ambulans, yakni AA (27), warga Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, mengendarai mobil ambulans bernomor polisi K-8489-ZA bersama 2 saksi, Selasa (13/7/2021) petang. Mobil yang membawa pasien suspek COVID-19 ini melintas di Jalan Wonosari tepatnya dari arah barat menuju arah timur.

"Nah, sesampainya di depan Polsek Piyungan itu mobil ambulans disalip 2 orang berboncengan pakai motor. Selanjutnya motor itu berjalan zigzag di depan ambulans," katanya saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (14/7/2021).

Hal itu membuat AA mempertanyakan alasan pengendara motor tersebut berhenti di tengah jalan. Alhasil, terjadi cekcok mulut dan tiba-tiba salah seorang saksi sempat dipukuli orang tak dikenal.

Polisi menangkap perusak mobil ambulans di Bantul, Rabu (14/7/2021).Polisi menangkap perusak mobil ambulans di Bantul, Rabu (14/7/2021). (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Atas kejadian tersebut, AA melaporkannya ke Polres Bantul. Mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak dan malam harinya meringkus IZ alias Unyil (28), warga Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.

Dari pengakuan, ternyata Unyil yang melempar kaca belakang mobil ambulans menggunakan helm miliknya. Menyoal alasan Unyil melakukan hal tersebut karena kesal terhadap sirene dan klakson ambulans yang membuatnya terburu-buru.

Tak hanya itu, Unyil melakukan perusakan mobil ambulans karena menduga mobil tersebut tidak sedang membawa pasien. Pasalnya, dia kerap melihat di medsos bahwa banyak ambulans mondar-mandir sambil menghidupkan sirene padahal tidak membawa pasien.

"Jadi selama ini pelaku (Unyil) terprovokasi video maupun chat di media sosial yang menyebut jika selama ini ambulans kosong hanya muter-muter untuk menakuti warga," ucapnya.

Simak juga video 'Daftar Kontak Mobil Darurat untuk Evakuasi Pasien COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)