Round-Up

Apresiasi untuk Luhut yang Minta Maaf tapi Aksi Tetap Dinanti

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 07:54 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: KEMENKO MARVES)

Rakyat Perlu Aksi Nyata

PKS pun ikut mengapresiasi permintaan maaf Luhut. Namun, menurut PKS, yang diperlukan rakyat saat ini adalah aksi nyata, kerja cerdas dan tuntas.

"Rakyat perlu aksi. Bukan sekadar minta maaf," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).

Mardani mengatakan sikap Luhut yang meminta maaf dan berjanji akan bekerja keras merupakan sikap kesatria. Namun, dia mengingatkan, bekerja keras saja tidak cukup untuk menangani pandemi COVID-19 ini.

"Bagus sikap kesatria minta maaf. Tapi jangan cuma kerja keras. Harus kerja cerdas dan kerja tuntas. Kerja cerdas dengan melibatkan para pakar. Sudah banyak yang teriak. Yang perlu dilakukan pemerintah hanya rendah hati untuk mendengar dan mengikuti masukan para pakar," ujarnya.

Lebih Mulia Dibanding Membela Diri

Hal senada juga disampaikan Partai Demokrat (PD). Menurut Demokrat, meminta maaf atas kegagalan lebih mulia dibandingkan membela diri.

"Tentu harus diapresiasi. Meminta maaf kepada rakyat itu mulia dibanding menutupi kegagalan dengan serangan buzzerp, apalagi pembelaan membabi buta di tengah COVID yang meninggi dan korban yang banyak berjatuhan," kata Wasekjen PD Irwan kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).


(mae/idn)