Mantap! Penyintas COVID-19 Tak Perlu Bingung Cari Oksigen

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 18:20 WIB
Gojek
Foto: Gojek
Jakarta -

Kebutuhan oksigen untuk warga yang terpapar COVID-19 semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kasus aktif COVID-19 di tanah air. Guna membantu warga terpapar COVID-19, GoTo sebagai grup teknologi terbesar di Indonesia yang menaungi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial menginisiasi Rumah Oksigen Gotong Royong.

Rumah Oksigen Gotong Royong ini diinisiasi GoTo bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan PT Aneka Gas Industri Tbk. (Samator Group). Inisiasi ini menyediakan fasilitas kesehatan semi-permanen pertama di Indonesia yang khusus dilengkapi dengan peralatan suplai oksigen dan tempat tidur perawatan (bed) bagi warga terpapar COVID-19 dengan gejala sedang (kategori 2).

Diketahui, project pertama Rumah Oksigen Gotong Royong ini dibangun di Pulogadung, tepatnya di sebelah kawasan pabrik Samator Group. Pembangunannya dilakukan di atas lahan yang disediakan oleh PT Master Steel dan didukung oleh PT Tripatra Engineers and Contractors sebagai perusahaan yang menangani pembangunan Rumah Oksigen.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang meninjau progres pembangunan Rumah Oksigen ini pun mengapresiasi GoTo, KADIN Indonesia, dan Samator Group terkait pendirian Rumah Oksigen Gotong Royong.

"Ini adalah salah satu contoh yang baik dari peran aktif swasta dalam membantu penanganan COVID-19 demi rakyat. Kita perlu bersama-sama dalam menghadapi COVID-19, ini tantangan kita bersama," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Minggu (18/7/2021).

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid menjelaskan Rumah Oksigen Gotong Royong merupakan salah satu upaya dunia usaha dalam mendukung penanganan COVID-19. Menurutnya, kebutuhan oksigen bagi warga terpapar COVID-19 menjadi hal yang mendesak di tengah pandemi saat ini.

"Karena itu 'Rumah Oksigen Gotong Royong' didirikan untuk memberikan suatu solusi dari permasalahan krisis oksigen yang kita alami saat ini. Rumah Oksigen ini merupakan salah satu upaya dan komitmen KADIN Indonesia dalam memerangi pandemi COVID-19, selain juga upaya percepatan pelaksanaan Program Vaksinasi Gotong Royong. KADIN Indonesia berterima kasih atas dukungan seluruh pihak terhadap 'Rumah Oksigen Gotong Royong' di Pulogadung ini," jelas Arsjad.

Lebih lanjut, President Director PT Aneka Gas Industri Tbk, Rachmat Harsono mengungkap pendirian Rumah Oksigen ini berlangsung di salah satu lokasi pabriknya di Pulogadung untuk mempermudah distribusi bagi warga yang membutuhkan.

"Setiap harinya akan disalurkan oksigen secara pipa non-stop untuk memenuhi kebutuhan 'Rumah Oksigen Gotong Royong', dan selanjutnya untuk merespons kebutuhan-kebutuhan serupa di provinsi yang lain, kami akan siap melakukan hal yang sama di beberapa lokasi pabrik kami yang tersebar di nusantara, yang memungkinkan untuk melakukan pipanisasi secara langsung," kata Rachmat.

Ia pun mengungkap pada Jumat (16/7) Menteri Perindustrian RI sudah meninjau lokasi Rumah Oksigen Gotong Royong dan mendukung inisiasi swasta dalam penanganan COVID-19 di Indonesia.

"Beliau mendorong dan memfasilitasi pabrik-pabrik baja yang memiliki pabrik independen oksigen, dan produsen-produsen oksigen, agar berbuat hal yang sama," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, CEO GoTo Andre Soelistyo menyebutkan krisis oksigen yang dialami Indonesia saat ini disebabkan oleh beberapa hal seperti distribusi yang terkendala jarak dan waktu serta keterbatasan sarana dan prasarana.

Untuk itu, pihaknya mencetuskan Rumah Oksigen Gotong Royong guna meminimalisir hambatan tersebut dengan menghadirkan fasilitas semi-permanen bagi penderita COVID-19 kategori 2. Ia berharap dengan adanya fasilitas ini, pasien COVID-19 bisa mendapatkan akses mudah kepada suplai oksigen, tempat tidur perawatan sekaligus kepada fasilitas ke berbagai rumah sakit terdekat.

"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang begitu solid dengan Samator Group dalam memastikan ketersediaan oksigen, Master Steel dalam penyediaan lahan, serta Tripatra dalam membangun konstruksi "Rumah Oksigen Gotong Royong" dalam waktu singkat," tutur Andre.

"Inisiatif ini juga terinspirasi dari arahan serta semangat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian dalam penanganan pandemi, agar kita senantiasa mencari solusi efektif dalam membantu masyarakat yang terpapar COVID-19," jelasnya.

GojekGojek Foto: Gojek

Tak hanya menyuplai oksigen pada warga yang membutuhkan, lanjutnya, GoTo pun berharap dapat membantu penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Jakarta yang saat ini telah mencapai sekitar 85%.

Menurutnya, lokasi Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulogadung dekat dengan sejumlah RS rujukan COVID-19, sehingga keberadaannya akan saling melengkapi. Ia menilai jika terdapat warga yang tengah dirawat di Rumah Oksigen Gotong Royong mengalami penurunan kondisi, maka dapat segera dirujuk ke RS rujukan COVID-19 terdekat.

"Kami berharap upaya bersama ini dapat menjadi salah satu solusi atas kebutuhan oksigen, di tengah terbatasnya pasokan oksigen dan sulitnya mendapatkan tabung oksigen saat ini. Kami mengajak seluruh pihak untuk sebisa mungkin mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia. Kita harus bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi ini. Upaya yang dilakukan secara sistematis dan bersama-sama pasti akan memberikan manfaat dan dampak lebih luas," ucapnya.

Selain Andre, Komisaris GoTo Garibaldi Thohir mengaku GoTo yang diwakili oleh anak-anak muda Indonesia sangat peduli akan situasi darurat pandemi ini.

"Mereka tidak hanya hadir, namun berperan aktif dalam memberikan dukungan agar kita bisa melalui masa sulit ini bersama-sama. Perumusan konsep dan pengerjaan Rumah Oksigen Gotong Royong bersama dengan anggota KADIN Indonesia dilakukan dalam waktu cepat dan diharapkan dapat meringankan beban pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pandem," ujarnya.

Garibaldi menambahkan Rumah Oksigen Gotong Royong yang akan beroperasi dalam waktu dekat ini akan dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Halodoc. Hingga kini, GoTo dan KADIN Indonesia sedang dalam tahap finalisasi untuk kemitraan dengan pihak yang akan mengelola operasional fasilitas ini. Tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan dan pengalaman dalam pengelolaan fasilitas kesehatan.

Sebagai informasi, pihak Grup GoTo (Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial) telah menjalankan program sistematis sejak awal pandemi berlangsung. Adapun program tersebut terbagi dalam tiga area. Tujuannya, untuk mendukung karyawan, mitra, tenaga medis, masyarakat luas dan pemerintah dalam menghadapi tantangan COVID-19. Berikut 3 area dalam program sistematis GoTo.

1. Upaya relief (meringankan beban) seperti menyalurkan paket sembako kepada mitra, meringankan beban operasional mitra usaha, biaya perawatan dan pengobatan pasien COVID-19, paket pangan dan bahan makanan pokok, pemenuhan suplai listrik rumah tangga, bantuan modal usaha, menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat, dan penggalangan dana hingga mencapai Rp 155 miliar dari masyarakat luas untuk membantu penanggulangan COVID-19.

2. Dukungan dalam aspek prevention (pencegahan) seperti penyaluran paket kesehatan untuk mitra driver, paket higienitas untuk mitra usaha, masyarakat prasejahtera dan kelompok pekerja sektor informal, sterilisasi fasilitas publik, serta vaksinasi untuk mitra driver dan pelaku UMKM.

3. Treatment (perawatan) yaitu dengan didirikannya Rumah Oksigen Gotong Royong yang menyuplai oksigen bagi warga terpapar COVID-19 dengan gejala sedang.

Simak juga 'Kebutuhan Oksigen untuk Pasien COVID RI Tembus 2.000 Ton per Hari':

[Gambas:Video 20detik]



(ads/ads)