Pantau Cikarang Barat, Menhub Pastikan Penyekatan Mobilitas Lancar

Khoirul Anam - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 16:46 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pos Penyekatan di KM 31 Cikarang Barat ruas tol Jakarta-Cikampek pada hari ini. Ia ingin memastikan penyekatan untuk pengendalian mobilitas masyarakat berjalan lancar di masa penerapan PPKM Darurat dan libur Idul Adha 1442 H

"Sesuai SE Nomor 15 Tahun 2021 dari Satgas, kita melakukan upaya mengurangi mobilitas masyarakat di masa libur Idul Adha dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Belajar dari pengalaman bahwa peningkatan mobilitas di masa libur berbanding lurus dengan meningkatnya kasus COVID-19. Oleh karenanya, kami ditugaskan oleh bapak Presiden untuk mengendalikan mobilitas," jelas Budi Karya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/7/2021).

Diketahui, pada 17 Juli, Satgas Penanganan COVID-19 telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Selama Libur Hari Raya Idul Adha 1442 H Dalam Masa Pandemi COVID-19. SE tersebut mulai berlaku pada hari ini, sampai dengan 25 Juli.

Salah satu tindak lanjut dari adanya SE itu adalah dilakukannya penyekatan di sejumlah ruas jalan baik tol maupun non tol di beberapa wilayah, seperti di Lampung, Jawa, dan Bali.

Budi Karya menjelaskan, menindaklanjuti SE Satgas Nomor 15 Tahun 2021, Kementerian Perhubungan bersama kepolisian dan pemerintah daerah melakukan pengendalian transportasi yang berlaku untuk transportasi umum di darat, laut, udara, dan perkeretaapian, maupun untuk kendaraan pribadi.

Adapun pengendalian tersebut mengatur syarat perjalanan baik antar kota maupun di wilayah aglomerasi, bahwa hanya masyarakat yang memiliki keperluan tertentu yang diperbolehkan melakukan perjalanan, yakni memiliki keperluan di sektor esensial dan kritikal dibuktikan dengan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat keterangan lainnya, serta pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak seperti pasien dengan kondisi sakit keras dan ibu hamil yang didampingi oleh satu anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, serta pengantar jenazah non-covid dengan jumlah pengantar maksimal 5 (lima) orang.

Sementara itu, untuk perjalanan antar kota/jarak jauh bagi pelaku perjalanan Jawa dan Bali di moda udara wajib menunjukan sertifikat vaksin COVID-19 dosis pertama dan hasil tes PCR 2x24 jam. Selain moda udara, wajib menunjukan sertifikat vaksin COVID-19 dosis pertama dan hasil tes PCR 2x24 jam atau rapid antigen 1x24 jam.

Ia mengatakan, dalam melaksanakan pembatasan perjalanan orang dalam negeri ini, Kemenhub bekerja sama dengan semua pihak termasuk kementerian dan lembaga terkait, khususnya TNI Polri, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan setempat, satuan tugas daerah, dan operator sarana dan prasarana transportasi.

Sementara itu, Kakorlantas Irjen Pol Istiono menyampaikan, terdapat 1.038 titik penyekatan pada masa libur Idul Adha 2021. Adapun wilayah penyekatan di antaranya di Provinsi Lampung, Jawa, dan Bali.

Pada wilayah Jabodetabek khususnya untuk transportasi darat, telah disiapkan total 9 titik penyekatan yang terletak pada akses masuk dan keluar di ruas tol Jakarta-Cikampek, di antaranya Gerbang Tol Bekasi Barat 1, Bekasi Timur 2, Tambun, Cikarang Barat 4, Cikarang Timur, Cibatu, Karawang Barat 1, Karawang Timur 1, dan Cikampek.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengguna kendaraan yang akan melintas di titik penyekatan, antara lain pemeriksaan protokol kesehatan meliputi kapasitas kendaraan yang hanya memuat 50 persen penumpang dan penggunaan masker. Selain itu, wajib menunjukkan kartu vaksinasi dosis pertama serta hasil negatif tes RT PCR yang berlaku 2x24 jam atau rapid tes antigen berlaku 1x24 jam sebelum keberangkatan dan Surat Tugas/Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Adapun kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan akan dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Cikarang Barat 3.

Setelah meninjau pos penyekatan Cikarang Barat, Budi Karya juga meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Terminal Pulo Gebang, yang menjadi salah satu sentra vaksinasi yang dilakukan di 12 Terminal Tipe A di Jawa dan Bali.

Vaksinasi ini berlaku untuk masyarakat umum dalam rangka mendukung target vaksinasi massal yang sedang digencarkan pemerintah. Pada kesempatan itu, ia juga turut membagikan masker kepada warga yang akan melakukan vaksinasi.

(ega/ega)