Jokowi Minta Penyekatan Dievaluasi, Ini Kata Korlantas Polri

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 13:34 WIB
Kakorlantas Irjen Istiono menyebut, penyekatan pemudik pada 6-17 Mei merupakan operasi kemanusiaan. Ia juga meminta RT/RW aktif mengecek orang yang baru datang.
Kakorlantas Irjen Istiono (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa penyekatan saat PPKM Darurat perlu dievaluasi karena mobilitas warga dinilai masih tinggi. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono meminta perkantoran sektor esensial dan non-esensial mematuhi aturan PPKM Darurat agar mobilitas warga dapat dikurangi.

"Harusnya tidak saja mengandalkan penyekatan dengan pengetatan mobilitasnya, namun sektor esensial dan non-esensial patuh aturan. Kalau sektor hulu patuh akan sangat mengurangi beban mobilitas di jalan," ujar Istiono saat dikonfirmasi, Minggu (18/7/2021).

Istiono menyebut mobilitas warga di tingkat desa maupun perkampungan memang masih tinggi. Oleh karena itu, dia meminta seluruh sektor berperan aktif mengurangi mobilitas masyarakat.

"Oleh karena itu, peran camat, kepala desa, RT/RW serta tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas-ormas ikut berperan aktif kurangi mobilitas masyarakat. Baik dengan cara sosialisasi maupun pengetatan keluar-masuk desa, perkampungan, dan perumahan," jelas Istiono.

Kemudian, Istiono juga meminta orang tua turut berperan aktif menjaga dan mengingatkan keluarga sendiri. "Semua potensi masyarakat harus berperan aktif memutus penyebaran COVID-19 melalui langkah-langkah tersebut," kata Istiono.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi meminta agar penyekatan dievaluasi setelah dia memantau langsung aktivitas masyarakat di Jakarta saat penyekatan besar-besaran dilakukan seiring dengan penerapan PPKM Darurat di Jawa dan Bali. Meskipun dilakukan penyekatan, Jokowi melihat mobilitas masyarakat masih cukup ramai.

"Kita telah melakukan penyekatan-penyekatan. Tapi kalau saya lihat malam, juga pagi tadi saya ke Pulogadung tadi saya lihat masih cukup ramai, tadi malam saya ke kampung juga ramai banget," kata Jokowi dalam konferensi pers, Sabtu (17/7/2021).

Tak hanya di Pulogadung yang Jokowi soroti. Dia juga melihat keramaian di 'kampung', meskipun tidak disebutkan kampung mana yang dimaksud.

Namun, Jokowi pada Kamis (15/7) lalu sempat blusukan ke suatu permukiman warga di Sunter Agung, Jakarta Utara. Saat itu, Jokowi membagikan sembako dan paket obat ke warga di malam hari.

"Artinya, penyekatan ini mungkin perlu kita evaluasi, apakah efektif juga menurunkan kasus," ucapnya.

Jokowi menyebut saat ini yang banyak terpapar COVID-19 adalah penularan di lingkungan keluarga. Oleh sebab itu, strategi untuk menekan penambahan kasus baru dari klaster keluarga pun perlu dipikirkan.

"Karena ini yang terkena saat ini banyak yang di keluarga-keluarga, atau ada strategi lain yang mungkin bisa kita intervensikan ke sana," ujarnya.

Simak video 'Mobilitas Warga Masih Cukup Ramai, Jokowi Minta Penyekatan Dievaluasi':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)