Total 17 Kapal Nelayan Tenggelam di Pontianak, 10 Orang Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 12:50 WIB
Dua petugas medis menuntun Purwanto (tengah), awak Kapal Motor Usaha Abadi  yang selamat dari kecelakaan kapal tenggelam saat tiba di dermaga Pelabuhan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (16/7/2021). Hingga saat ini Basarnas masih melakukan pencarian terhadap 44 awak dari 16 kapal motor yang tenggelam di Perairan Kalbar akibat cuaca buruk pada Selasa (13/7/2021) malam dan Rabu pagi (14/7/2021). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp.
Evakuasi korban kapal tenggelam (Foto: ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG)
Pontianak -

Total sebanyak 17 kapal motor (KM) nelayan di Pontianak, Kalimantan Barat, tenggelam akibat cuaca buruk pada Selasa malam (13/7). Data terbaru, sebanyak 10 orang meninggal dan puluhan lainnya masih hilang.

"Dari sebanyak itu, delapan unit KM dinyatakan selesai atau sudah ditemukan, dan sembilan unit KM dalam pencarian," kata Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Pontianak, Kalimantan Barat, Yopi Haryadi, seperti dilansir Antara, Minggu (18/7/2021).

Dia menjelaskan, dengan penambahan satu unit KM nelayan yang tenggelam itu, total anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban sebanyak 134 orang, sebanyak 77 orang selamat, 42 orang dalam pencarian, 10 orang meninggal, dan lima korban masih belum terindentifikasi.

"KM yang tenggelam, yakni KM CSSK yang berangkat mencari ikan tanggal 11 Juli 2021, dan pada tanggal 13 Juli 2021 KM itu bersama tiga ABK berada di sekitar Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, namun hingga saat ini korban belum bisa dihubungi dan belum kembali ke rumahnya," ungkap Yopi.

Dia menambahkan pada hari ini (Minggu) pihaknya bersama TNI-AD dan potensi SAR lain mulai melakukan pencarian di daratan atau pesisir pantai terhadap 42 anak buah kapal atau nelayan yang belum ditemukan.

Dia mengatakan pihaknya bersama TNI-AD dan potensi SAR lain melakukan pencarian dengan metode menyisir di pesisir pantai melalui daratan karena berdasarkan metode pencarian bahwa korban besar kemungkinan terdampar di pesisir pantai.

"Hari ini (Minggu) kami dibantu oleh sebanyak 20 kapal pencarian dari berbagai instansi yang dibagi dalam empat sektor pencarian, kemudian dibantu oleh Lanud Supadio Pontianak dengan mengerahkan satu Heli Super Puma dan satu pesawat Maritim milik TNI AL," katanya.

Menurut dia, pencarian korban dilakukan maksimal, baik melalui laut, udara, dan darat atau pesisir pantai.

Simak juga 'KMP Yunicee Karam: 14 Orang Hilang, 6 Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)