Round-Up

Kontroversi Darurat Militer Muhadjir Effendy

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 05:19 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Dok. Kemenko PMK)
Foto: Menko PMK Muhadjir Effendy (Dok. Kemenko PMK)
Jakarta -

Pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy soal kondisi darurat militer menjadi kontroversi. Pernyataan Muhadjir itu mendapat kritik hingga pelurusan dari berbagai pihak.

Muhadjir awalnya menyebut kondisi Indonesia sudah dalam keadaan darurat militer. Kondisi itu, kata Muhadjir, terjadi meski pemerintah tidak mendeklarasikan darurat militer.

"Kan sebenarnya pemerintah sekarang ini walaupun tidak di declare kita ini kan dalam keadaan darurat militer. Jadi kalau darurat itu ukurannya tertib sipil, darurat sipil, darurat militer, darurat perang, nah kalau sekarang ini sudah darurat militer," kata Muhadjir saat meninjau Hotel University Club UGM yang dijadikan shelter pasien Corona, di Sleman, Jumat (16/9/2021).

Muhadjir menyebut Indonesia sedang berperang melawan musuh, yakni COVID-19 yang tak terlihat. Dia mengatakan dalam pertempuran dengan COVID-19 ini yang berlaku adalah hukum perang.

"Kenapa? Karena kita berhadapan dengan musuh yang tidak terlihat dan musuh tidak terlihat ini di dalam pertempurannya tidak memakai kaidah hukum perang. Karena semua orang dianggap kombatan oleh COVID-19 ini," jelasnya.

Dia mengatakan dulunya orang-orang berpikir ibu hamil dan anak-anak tak akan terpapar Corona. Namun kini, katanya, banyak ibu hamil hingga anak-anak yang meninggal usai dinyatakan positif Corona. Dia menyebut Corona tak bisa ditangani secara biasa.

"Karena itu Bapak Presiden sudah mulai memerankan TNI Polri itu karena pertimbangan kita ini sudah tidak bisa ditangani secara biasa, ini betul-betul sudah darurat militer hanya musuhnya bukan musuh militer konvensional, tapi pasukan tak terlihat itu," ucapnya.

Muhadjir mengingatkan masyarakat agar patuh menerapkan protokol kesehatan. Dia mengatakan memakai masker menjadi salah satu cara demi mencegah tertular Corona.

"Nah sekarang makanya mendorong masyarakat semakin menyadari. Paling tidak memakai masker dan maskernya harus dobel karena ini tingkat ancamannya semakin ganas," ucap Muhadjir.

Dapat Kritik Keras

Pernyataan Muhadjir itu mendapat kritik keras dari Anggota DPR RI Fadli Zon. Dia menilai ucapan Muhadjir soal darurat militer adalah hal ngawur.

"Pernyataan ini ngawur! Kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya?" ujar Fadli dalam akun Twitter-nya, Sabtu (17/7/2021).

Dia menilai pernyataan Muhadjir menambah daftar kurangnya konsep pemerintah dalam menangani COVID-19. Dia juga menilai Muhadjir kurang memiliki pengetahuan.

"Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep dan pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan COVID," tuturnya.

Komnas HAM juga menyoroti pernyataan Muhadjir. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menilai pernyataan Muhadjir soal darurat militer tersebut tidak tepat. Dia menilai saat ini Indonesia dalam kondisi darurat kesehatan.

"Sepertinya kurang tepat kalau dikatakan darurat militer. Mungkin lebih tepatnya darurat kesehatan publik karena penyebaran COVID-19 belum terkendali, sementara korban yang meninggal-jatuh sakit terus bertambah," ujarnya.