Deretan Kehebohan Setya Novanto: Pelesiran ke Toko Bangunan-Bawa HP ke Lapas

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 16:19 WIB
Beredar foto Setya Novanti bawa HP di Lapas Sukamiskin.
Beredar foto Setya Novanti bawa HP di Lapas Sukamiskin. (Foto beredar/istimewa)

Izin Berobat RSPAD, Terlihat di Rumah Makan Padang

Setnov juga pernah terlihat sedang berada di restoran padang RSPAD pada April 2019. Kehadiran Setnov diketahui dalam rangka menjalani pengobatan di RSPAD karena sejumlah penyakit. Berbagai penyakit yang ia idap antara lain aritmia, CAD (coronary artery disease), vertigo, perifier, LBP (low back pain), diabetes melitus tipe 2 (DMT2), dan CKD (chronic kidney disease).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Sri Puguh Budi Utami menjelaskan soal Setnov 'tepergok' berada di restoran padang itu. Dia mengatakan lokasi Setnov makan itu ada di dalam kompleks RSPAD.

"Itu ada di dalam RSPAD ya, kafe apa di situ namanya. Nah yang bersangkutan jalan, jadi habis diperiksa terus jalan nyeruntul gitu sebentar, mau angin-angin, terus rupanya duduk di situ," kata Sri Puguh di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Dia mengatakan pihaknya telah membentuk tim memeriksa kejadian itu pihak yang diperiksa adalah petugas pengawalan dari Lapas Sukamiskin yang ditugaskan mengawal Setnov.

"Kami sudah membentuk tim untuk memeriksa pegawai kami, kan di sana ada pengawal. Ada dari Lapas Sukamiskin," ucapnya.


Setya Novanto Bertani di Lapas

Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto kini memiliki kesibukan baru bersama narapidana korupsi lainnya di dalam Lapas Sukamiskin, Kota Bandung. Di samping menjalani tahanan, pria yang akrab disebut Setnov itu disibukkan dengan program pembinaan di lapas, yakni bertani.

Foto Setnov ketika memanen padi pun menjadi sorotan. Pria yang biasa mengenakan busana perlente itu kini mengenakan topi caping khas petani. Dengan balutan baju kemeja putih, ia pun menggenggam arit di tangan kanan dan padi yang dituai di tangan kiri. Dagunya pun kini lebat berjanggut.

Di samping kanan Setnov, ada Eks Wali Kota Bandung Dada Rosada. Tampilan Dada lebih santai dengan menggunakan polo shirt bermotif garis-garis. Tampak tak banyak yang berubah dari Dada.

Ditjen Pemasyarakatan menyebut hal itu merupakan bagian dari salah satu program pembinaan di lapas. "Terlepas dari apa pun status atau profesi Setnov dan warga binaan korupsi lainnya, mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga binaan di seluruh Indonesia di lapas dan rutan. Salah satunya adalah mendapatkan pembinaan," tutur Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pas Rika Aprianti saat dimintai konfirmasi, Jumat (29/1).

"Salah satunya ini adalah pembinaan kemandirian dan kegiatan keterampilan dan kegiatan kerja di bidang pertanian. Itu menjadi hak bagi Setnov atau narapidana koruptor dan warga binaan selama menjalani pidana di lapas, dalam hal ini di lapas korupsi," kata Rika menambahkan.


Ke Mana Novanto, Anas, dan Akil Mochtar Saat Ketua KPK ke Lapas Sukamiskin?

Ketua KPK Firli Bahuri menyambangi Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dalam rangka penyuluhan antikorupsi kepada para narapidana asimilasi. Dari 25 nama narapidana yang mengikuti kegiatan ini, tidak ada nama Setya Novanto, Anas Urbaningrum, dan Akil Mochtar. Ke mana mereka?

Pantauan detikcom, Rabu (31/3/2021), Firli tiba di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Bandung, pukul 08.35 WIB. Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Reynhard Silitonga, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ade Eddy Adhyaksa, dan jajaran pejabat Lapas Sukamiskin.

Acara dibuka langsung oleh Firli dan akan berlangsung dalam beberapa sesi. Sebanyak 25 narapidana asimilasi mengikuti penyuluhan antikorupsi dalam sebuah ruangan. Namun tidak ada wajah Novanto, Anas, dan Akil.

Terkait hal itu, Dirjen Pas Reynhard Silitonga menjelaskan 25 narapidana yang ikut serta telah bersedia bekerja sama. Nama-nama lain yang tidak hadir, sebutnya, belum mendapatkan asimilasi.

"Yang sekarang dilakukan penyuluhan ini adalah warga binaan yang sudah mendapatkan keterangan dapat bekerja sama. Inilah dia yang sekarang ini. Jadi yang belum mendapatkan itu ya tidak mendapatkan asimilasi. Dapat bekerja sama ini daripada keterangan, kami mintakan kepada penyidik, maka akan ada surat keterangan oleh yang bersangkutan memang bahwa mereka tersebut bekerja sama, itulah di antaranya," jelas Reynhard.

"Jadi yang lain yang tidak ada saya kira ya tidak ada keterangan dapat bekerja sama sehingga tidak ikut dalam kegiatan ini," tambahnya.

Firli menambahkan bahwa KPK tidak mempunyai kompetensi untuk menentukan narapidana yang ikut dalam penyuluhan. Dia menyebut kegiatan penyuluhan ini tidak berhenti sampai hari ini.

"Angka 25 orang warga binaan yang mengikuti penyuluhan hari ini tentu itu angka yang disiapkan oleh Dirjen Pas melalui Kakanwil Kumham Jabar dalam hal ini kerja sama kolaborasi dengan Kepala Lapas Sukamiskin. Kami tidak punya kompetensi kapasitas untuk mencari orang siapa yang harus kami beri penyuluhan, tidak," ucap Firli.

Firli menyebut nama-nama lain masih berpeluang ikut dalam kegiatan penyuluhan antikorupsi ini.

"Tetapi yang penting kegiatan ini bukan berhenti hari ini dan kita akan lanjutkan untuk hari esok dan hari masa yang akan datang. Jadi tadi kalau seandainya ada yang bertanya kenapa orang per orang tidak ikut dalam kegiatan ini, mungkin belum hari ini," ujarnya.