Apakah 'Zaman PKI' Seperti Disebut Kades di Sragen Pernah Ada?

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 14:01 WIB
Seorang Kades di Jenar, Sragen, Jateng, Samto, memasang baliho mengritik kebijakan PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah. Baliho itu menyematkan kalimat Masih enak zaman PKI.
Spanduk di Sragen (Istimewa/Satpol PP Sragen)
Jakarta -

Seorang kepala desa di Sragen, Jawa Tengah, bikin ribut lantaran menyebut-nyebut 'enak zaman PKI' di balihonya yang kontroversial. Memangnya, apakah pernah ada periode sejarah Indonesia yang disebut sebagai 'zaman PKI'?

Lazimnya, periode sejarah Indonesia setelah kemerdekaan disebut dengan istilah zaman Orde Lama, zaman Orde Baru, era Reformasi, dan belakangan ada pasca-Reformasi. Namun kini muncul istilah sembarangan lewat spanduk di pojok Sragen: zaman PKI.

Orde Lama adalah zaman Presiden Sukarno, Orde Baru adalah zaman Presiden Soeharto, era Reformasi adalah babak akhir Presiden Soeharto yang berpuncak pada lengsernya Soeharto. Pasca-Reformasi, presiden RI silih berganti.

Seorang Kades di Jenar, Sragen, Jateng, Samto, memasang baliho mengritik kebijakan PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah. Baliho itu menyematkan kalimat 'Masih enak zaman PKI'.Seorang kades di Jenar, Sragen, Jateng, Samto, memasang baliho mengkritik kebijakan PPKM darurat yang diberlakukan pemerintah. Baliho itu menyematkan kalimat 'Masih enak zaman PKI'. (Foto: Istimewa/Satpol PP Sragen)

Namun, sepanjang sejarah pasca-Kemerdekaan RI, tidak pernah ada presiden dari PKI. Paling banter, PKI masuk parlemen. DN Aidit, yang pernah menjadi Sekjen dan Ketua PKI, juga pernah masuk parlemen.

Dikutip dari Kepustakaan Presiden Perpusnas, DN Aidit pernah menjabat Wakil Ketua MPRS dengan kedudukan sebagai menteri dalam Kabinet Kerja III (1962-1963), hingga Wakil Ketua MPRS Kabinet Dwikora I (1964-1966).

Zentralbild Ulmer 12.7.1958. V. Parteitag der SED vom 10. bis 16.7.1958 in der Werner-Seelenbinder-Halle, Berlin, 3. Tag: UBz: Eine beeindruckende Solidarittsbekundung des Parteitages fr die konsequent- und erfolgreich fr die volle Gewhrleistung der Unabhngigkeit ihres Landes kmpfenden Kommunisten Indonesien erlebte die Werner-Seelenbinder-Halle whrend der Grussansprache des Generalsekretrs der KP Indonesiens, D. N. Aidit.DN Aidit tahun 1958 (Bundesarchiv/Ulmer, Rudi via Wikimedia Commons)

Ada juga Amir Syarifuddin. Dia adalah politikus PKI yang menjabat Perdana Menteri RI pada 1947-1948. Amir juga pernah menjadi Menteri Pertahanan dan Menteri Penerangan pada tahun-tahun sebelumnya.

Amir Syarifuddin (Fotocollectie Nationaal Archief RVD via Wikimedia Commons)Amir Syarifuddin (Fotocollectie Nationaal Archief RVD via Wikimedia Commons)

PKI memang pernah ada sebagai partai politik yang sah di Indonesia. Tapi itu dulu, sekarang tidak. Berikut adalah sekelumit kilasan eksistensi PKI:

Tonton juga Video: Hujan Disertai Angin, Baliho di Tasikmalaya Roboh-Menimpa Mobil

[Gambas:Video 20detik]