Fadli Zon Kritik Keras Muhadjir soal Darurat Militer: Ngawur!

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 09:52 WIB
Fadli Zon usai menghadiri acara di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (8/4/2021).
Fadli Zon (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon mengkritik keras pernyataan Menko PMK Muhadjir Effendy, yang menyebut kondisi saat ini darurat militer. Fadli Zon menyebut pernyataan Muhadjir itu ngawur.

"Pernyataan ini ngawur! Kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya?" ujar Fadli dalam akun Twitter-nya, Sabtu (17/7/2021).

Fadli Zon telah mengizinkan pernyataannya dikutip untuk pemberitaan. Fadli Zon merupakan anggota Komisi I DPR, yang salah satu ruang lingkup kerjanya adalah bidang pertahanan.

Dia menilai pernyataan Muhadjir menambah daftar kurangnya konsep pemerintah dalam menangani COVID-19. Dia juga menilai Muhadjir kurang memiliki pengetahuan.

"Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep dan pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan COVID," tuturnya.

Sebelumnya, Muhadjir Effendy menyebut kondisi di Indonesia saat ini sudah darurat militer. Dia mengatakan hal itu terjadi meski tidak ada deklarasi dari pemerintah.

"Kan sebenarnya pemerintah sekarang ini, walaupun tidak di-declare, kita ini kan dalam keadaan darurat militer. Jadi, kalau darurat itu ukurannya tertib sipil, darurat sipil, darurat militer, darurat perang. Nah, kalau sekarang ini sudah darurat militer," kata Muhadjir saat meninjau Hotel University Club UGM yang dijadikan shelter pasien Corona, di Sleman, Jumat (16/9).

Muhadjir menyebut saat ini Indonesia tengah berperang melawan musuh, yakni virus COVID-19, yang tak terlihat.

"Kenapa? Karena kita berhadapan dengan musuh yang tidak terlihat dan musuh tidak terlihat ini di dalam pertempurannya tidak memakai kaidah hukum perang. Karena semua orang dianggap kombatan oleh COVID-19 ini," jelasnya.

Lihat Video: Menko PMK: Bansos Tidak Mungkin Ditanggung oleh Negara Sendiri

[Gambas:Video 20detik]



(haf/idh)