Pemko Medan Diminta Koreksi Kebijakan Lampu Jalan Padam Saat PPKM Darurat

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 21:53 WIB
power failure Concept
Ilustrasi lampu padam (Foto: dok. iStock)
Medan -

Lampu penerangan jalan utama di Medan dipadamkan mengingat penerapan PPKM darurat untuk menekan kasus COVID-19. Pemko Medan diminta menimbang dampak pemadaman lampu tersebut.

"Mematikan lampu menurut saya itu salah satu upaya yang boleh saja dianggap akan menurunkan tingkat pandemi itu di Medan. Namun, kita tahu, tidak mudah memang untuk menjelaskan situasi ini kepada masyarakat karena mematikan lampu ini juga punya problem tersendiri juga," ujar pengamat kebijakan publik Dadang Darmawan, Jumat (16/7/2021).

Pemko Medan sebelumnya menyatakan pemadaman lampu dilakukan sebagai pemberitahuan kepada masyarakat soal pembatasan jam operasional.

Dadang menyadari kasus COVID-19 di Medan sedang tinggi. Namun, menurutnya, banyak warga yang memprotes kebijakan pemadaman lampu. Pemko diminta menerima masukan dari masyarakat.

"Seandainya memang mematikan lampu di pusat kota ini dalam kajian seterusnya tidak begitu akurat untuk menurunkan (kasus COVID-19), menurut saya Pemko bisa saja melakukan presisi," ucapnya.

Dia mengatakan ada problem ekonomi yang dihadapi masyarakat kalangan bawah saat diterapkannya PPKM.

"Itu sebabnya, mematikan lampu itu pun akan menyumbang pada persoalan ekonomi. Karena, aktivitas yang tidak berjalan, dan perekonomian kita yang semakin melemah. Jadi saya kira ini hal-hal yang kita tidak tutup mata kepada apa yang terjadi hari ini di Medan dan Pemko bisa merespons situasi saat ini," ujar Dadang.

Dadang pun menyikapi soal dugaan maraknya begal yang memanfaatkan kondisi mati lampu ini. Dadang menyebut mematikan lampu ini juga ada dampaknya dan itu telah dibicarakan di tingkat Dewan.

"Kemarin juga teman-teman DPRD juga sudah menyampaikan keberatan dan sebagian masyarakat juga sudah menyampaikannya. Walaupun saya tahu juga bahwa Medan ini kalau tidak hati-hati atau tidak serius kita memberlakukan ini, Wali Kota tidak turun langsung ke lapangan. Memang ancamannya jelas serius di tengah-tengah kita," ucap Dadang.

Dia meminta Pemko Medan mengoreksi kebijakan pemadaman lampu apabila tidak berkorelasi langsung dengan penurunan kasus Corona.

Di sisi lain, Dadang mengajak warga Medan menegakkan prokes. Sebab, perekonomian harus berjalan tapi prokes harus adalah syarat mutlak agar terhindar dari penularan COVID-19.

"Saya berharap situasi ini betul-betul bisa dibaca oleh semua pihak, masyarakat bisa membaca situasi ini, Pemko juga sehingga keduanya bisa betul-betul memahami bahwa tujuan hanya satu menurunkan positivity sehingga kita bisa secepatnya mengakhiri PPKM ini kemudian memberlakukan kembali new normal," ujar Dadang.

Simak penjelasan Pemko Medan soal kebijakan lampu jalanan dimatikan saat penerapan PPKM Darurat pada halaman selanjutnya.