PKL Terdampak PPKM Darurat di Mojokerto Dapat Bantuan Paket Sembako

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 22:42 WIB
Wali Kota Mojokerto Saat Memberikan Sembako
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto memberikan bantuan sembako kepada pelaku usaha warung kecil dan pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak PPKM darurat. Ada 1.000 paket sembako yang disediakan Pemkot Mojokerto bersama Forum Komunikasi CSR Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Ketua Forkom CSR Kota Mojokerto Soegianto menyalurkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan paguyuban pedagang di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat. Ning Ita, sapaannya, bersama Forum Komunikasi CSR juga menyalurkan paket bantuan berupa beras, minyak goreng, gula pasir, dan mie instan kepada para pedagang di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto.

"Dengan diberlakukannya PPKM darurat ini, masyarakat yang paling terdampak di Kota Mojokerto adalah PKL. Apalagi, Kota Mojokerto ini merupakan kota perdagangan dan terkenal dengan sentra kulinernya," jelas Ning Ita dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Ia menguraikan penerapan PPKM darurat sejak 3 Juli lalu berdampak pada menurunnya pendapatan PKL dan pengusaha makanan. Selain hanya melayani take away dan delivery, jam operasional juga dibatasi maksimal pukul 20.00. Pemkot Mojokerto juga melakukan penyekatan jalan hingga pemadaman penerangan jalan umum (PJU) hingga 20 Juli nanti untuk membatasi mobilitas.

"Adanya penyekatan dan pemadaman lampu ini pasti membuat pendapatan mereka turun drastis dibanding kondisi sebelum PPKM darurat," ujar Ning Ita.

Untuk meringankan beban pelaku usaha terdampak PPKM Darurat, Pemkot Mojokerto menggandeng Forum Komunikasi CSR untuk gotong royong dengan menyiapkan 1.000 paket bantuan sembako. Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menerangan bantuan itu diberikan kepada para pelaku usaha yang belum tercover dalam program bantuan pemerintah, seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bansos Sembako COVID-19.

"Yang belum tersasar dari program pemerintah itu akan kami sisir melalui bantuan gotong royong ini. Jangan sampai ada PKL dan pelaku UKM kesulitan memenuhi kebutuhan pangan bagi anggota keluarganya akibat PPKM darurat," cetus Ning Ita.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi CSR Kota Mojokerto Soegianto menyampaikan keprihatinannya atas situasi COVID-19 yang masih berkepanjangan. Akibat dari berbagai pembatasan aktivitas menurutnya membawa dampak merosotnya pendapatan para pelaku usaha. Khususnya, PKL serta pemilik warung kecil di Kota Onde-Onde.

"Untuk itu, melalui Forum CSR ini kami ikut peduli dengan memberikan bantuan sebanyak 1.000 paket sembako. Dengan harapan bisa meringankan beban masyarakat pengusaha kecil. Baik berupa warung maupun PKL-PKL yang ada di Kota Mojokerto," kata Soegianto.

(ncm/ega)