Ketua RT di Jakbar Ini Curhat Warganya Belum Terima Bansos COVID

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 16:37 WIB
Ketua RT 09 RW 10, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Kristiyanto
Ketua RT 09 RW 10, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Kristiyanto (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) pada masa PPKM darurat. Namun hal tersebut disanggah oleh seorang warga yang mengaku hingga kini belum ada tanda-tanda adanya bansos dari pemerintah.

"Selama dari tanggal 3 sampai tanggal 15 ini belum ada sama sekali bansos, belum ada," ujar Ketua RT 09 RW 10 Kristiyanto di rumahnya, Jalan Kali Auran, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (16/7/2021).

Selaku Ketua RT, Kristiyanto menyebut hingga kini belum ada arahan untuk mendata warga agar diberikan bansos. Dia menyebut seharusnya jika memang bansos akan diberikan kepada warga pendataan harus sudah berjalan.

Dia juga mengatakan tak sedikit warganya yang terdampak oleh PPKM darurat. Dari di-PHK oleh kantor hingga terpaksa harus kembali ke kampung halamannya karena sudah tidak memiliki pekerjaan di Jakarta.

"Banyak yang kena dampak, ada yang dirumahkan juga," kata Kristiyanto.

Kemudian, terkait wacana PPKM darurat akan diperpanjang hingga 6 minggu dia berharap agar pemerintah dapat memikirkan rakyat kecil.

"Kalau memang itu jadi, tapi pendampingnya ada nggak? Kalau cuma PPKM darurat diperpanjang tapi orang itu dibatasin segala macem geraknya. Ibaratnya mohon maaf, burung dikandangin aja dikasih makan. Kalau kita nggak boleh ke mana-mana tapi dikurung nggak dikasih makan," ungkapnya.

"Kalau emang kebijakan itu jalan harus dibarengi dengan kebijakan yang meringankan. Ya PPKM Darurat kan memberatkan ke mana-mana disekat segala macem, yang meringankannya apa? Kan gitu. Kalau emang harus diem di rumah, ya harus dibekelin," sambungnya.

Terkait wacana pemerintah yang akan menyalurkan sejumlah ton beras untuk dibagikan ke masyarakat, dia berharap agar betul direalisasi.

"Begini aja, planning (bansos) yang udah ada jangan cuma jadi wacana, jangan jadi hoaks. Jangan di media gembar-gembor tapi nggak ada realisasi. Emang masyarakat bakal kenyang? Yang ada masyarakat malah gelisah menunggu-nunggu yang ngga pasti," tegasnya.

"Maksudnya apa pun yang diomongkan jangan cuma lipstick doang gitu loh, harus dengan kenyataannya. Karena itu bakal mengerikan kalau ngomong doang di media massa, tapi kenyataannya nggak ada," lanjutnya.

Simak juga video 'Pemerintah Salurkan 3 Jenis Bansos Selama PPKM Darurat':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)