Daftar 100 Titik Penyekatan Jakarta, Ada Lokasi Baru!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 16:28 WIB
Catat 100 Titik Penyekatan Jakarta, Ada Lokasi Baru
Catat 100 Titik Penyekatan Jakarta, Ada Lokasi Baru (Foto: Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 100 titik penyekatan baru selama PPKM darurat di Jakarta dipersiapkan polisi. Hal ini dilakukan guna menekan mobilitas masyarakat.

Titik-titik penyekatan tersebut mulai diberlakukan sejak Kamis (15/7) pukul 06.00 WIB. Dengan kata lain, ada penambahan sekitar 25 titik penyekatan sejak awal penerapan PPKM darurat di wilayah Polda Metro Jaya, dimana sebelumnya hanya 75 titik yang disiapkan.

Kenapa Jadi Ada 100 Titik Penyekatan di Jakarta

Sebanyak 100 titik penyekatan baru di Jakarta akan disebar di sejumlah ruas jalan. Mulai dalam kota, batas kota, hingga ruas jalan penyangga menuju Jakarta.

"Untuk di dalam kota ada 19 titik, di tol ada 15 titik, di batas kota 10 titik, di wilayah penyangga ada 29 titik, dan ruas jalan Sudirman-Thamrin itu ada 27 titik sehingga total ada 100 titik," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Penambahan titik penyekatan dilakukan karena adanya alasan penting guna mendukung PPKM darurat Jawa-Bali. Meski awal PPKM darurat pihak kepolisian mencatat ada penurunan mobilitas warga hingga 30 persen, namun saat menuju akhir PPKM darurat, justru peningkatan mobilitas warga terus terjadi.

"Tanggal 5 Juli itu sempat turun mobilitas di angka 30 persen. Tanggal 11 Juli penurunan mobilitas di bawah 20 persen. Sehingga kemudian warnanya hitam. Padahal target di PPKM mikro ini target penurunan mobilitas antara 30-50 persen," terang Sambodo.

Menurut Sambodo, mobilitas di batas kota masih bisa ditekan. Namun pergerakan di dalam kota justru meningkat.

Jakarta sebagai hybrid concentric membuat polisi sulit memisahkan residensial, pusat kota, dan sebagainya. Sehingga polisi memandang perlu adanya pembatasan mobilitas di dalam kota.

Skema di 100 Titik Penyekatan Baru di Jakarta

Ada dua skema penyekatan di 100 titik di Jakarta:

1. Pukul 06.00-10.00 WIB

Sambodo menekankan hanya pekerja di sektor esensial dan kritikal yang boleh melintasi jalur penyekatan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

"Jadi kami mengimbau kepada teman-teman yang bergerak di sektor kritikal dan esensial, silakan Anda bergerak dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB," kata Sambodo.

Skema tersebut dibuat hasil dari pemantauan polisi selama PPKM darurat. Ditemukan pola adanya mobilitas warga di luar sektor esensial dan kritikal yang melintas di jalan di atas pukul 10.00 WIB. Oleh karenanya, untuk memudahkan pemeriksaan petugas, warga yang bekerja di sektor esensial dan kritikal diimbau melintas mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00 WIB.

2. Pukul 10.00-22.00 WIB

Dalam kurun waktu itu, titik penyekatan hanya diizinkan untuk kendaraan tenaga kesehatan hingga keperluan darurat.

"Penyekatan itu tetap kami jaga khusus untuk nakes, dokter, perawat, darurat termasuk TNI-Polri, oksigen, dan sebagainya. Di luar itu, kami tidak layani karena kita anggap kritikal dan esensial seluruhnya sudah masuk kerja," papar Sambodo.

"Jadi pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB kita sekat. Pukul 10.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB kita tutup, artinya anggota tidak lagi berdebat, hanya untuk yang darurat, nakes yang kita perbolehkan," jelasnya.

Sementara itu, mulai pukul 22.00-06.00 WIB polisi tidak melakukan penyekatan. Alasannya, di rentang waktu tersebut, mobilitas warga sudah menurun.