Gerindra Kritik Mahfud Md Pamer Nonton Ikatan Cinta di Medsos

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 14:09 WIB
Habiburokhman
Habiburokhman (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Partai Gerindra sebetulnya tidak mempersoalkan kegiatan Menko Polhukam Mahfud Md di kediamannya. Namun Gerindra menyayangkan Mahfud menggunakan akun media sosialnya untuk memberikan informasi soal sinetron 'Ikatan Cinta', yang tak berkaitan dengan penanganan pandemi COVID-19.

"Sebenarnya itu urusan beliau mau menyempatkan diri nonton dan mengomentari sinetron, pejabat kan juga manusia," kata Waketum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Habiburokhman mengingatkan masyarakat Indonesia saat ini menanti kabar baik penanganan Corona. Dia meminta para pejabat negara tidak asal menyebarkan informasi.

"Namun situasi saat ini masyarakat menanti kabar baik terkait penanganan pandemi. Sebagai pejabat, akan lebih baik menahan diri untuk menyampaikan info yang nggak relevan dengan penanganan pandemi itu," imbau anggota Komisi III DPR RI itu.

Habiburokhman menuturkan akun media sosial pejabat tidak bisa dianggap hanya sebagai akun pribadi. Anggota DPR Dapil DKI Jakarta I itu mengimbau para pejabat negara agar menggunakan akun media sosial untuk menyebarkan optimisme dan semangat untuk masyarakat.

"Akun media sosial pejabat nggak bisa sekadar dianggap sebagai akun pribadi. Karena, begitu diposting, langsung bisa dibaca jutaan orang," ucap Habiburokhman.

"Baiknya kita manfaatkan akun media sosial untuk menyebarkan optimisme dan memberi semangat kepada masyarakat," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Mahfud mengungkapkan PPKM darurat memberikan kesempatan kepadanya untuk menonton sinetron 'Ikatan Cinta'. Mahfud memberikan catatan soal hukum pidana atas film yang digandrungi emak-emak itu.

Melalui akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Kamis (15/7/2021), Mahfud menilai sinetron tersebut asyik ditonton. Tapi, menurutnya, alur cerita sinetron tersebut berputar-putar.

"PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat," begitu cuitan Mahfud.

(zak/tor)