PKS Kritik Mahfud Md: Nonton Sinetron Saat PPKM Tidak Baik

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 13:32 WIB
Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

PKS mengkritik Menko Polhukam Mahfud Md karena mengunggah cuitan di Twitter terkait sinetron 'Ikatan Cinta'. PKS menilai menonton sinetron tidak baik dilakukan saat PPKM darurat.

"Pertama, semua tetap di rumah merupakan prinsip PPKM. Kegiatan menonton sinetron baik untuk dukung industri kreatif kita. Tapi dilakukan saat PPKM tidak baik," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Mardani menilai masyarakat belum memahami kesepahaman yang sama perihal anjuran tetap di rumah. Dia menegaskan pandemi COVID-19 berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat.

"Kedua, ini menunjukkan bahwa kita belum punya kesepahaman untuk stay at home. Diam di rumah, dan lakukan semua sebisa mungkin dari rumah, karena pandemi ini identik dengan mobilitas, apa pun konteksnya," sebut Mardani.

Lebih lanjut, Mardani menyebut ada kampanye dari para tenaga kesehatan (nakes) untuk masyarakat untuk tetap di rumah. Anggota Komisi II DPR RI meminta seluruh elemen masyarakat berempati kepada para nakes.

"Ada kampanye dari tenaga kesehatan (nakes) agar 'masyarakat stay at home, sementara kami berjuang dengan stay at the hospitals'. Kasihan nakes, makin kita tidak disiplin, makin berat kerja mereka," tutur Mardani.

"Empati dengan nakes. Mereka jangankan ke bioskop, ke rumah saja tidak bisa," imbuhnya.

Seperti diketahui, tweet Mahfud perihal sinetron Ikatan Cinta menuai kritik dari sejumlah pihak. Elite Gerindra Fadli Zon hingga Wasekjen PD Irwan kompak mengkritik Mahfud. Berikut tweet Mahfud yang dipermasalahkan:

PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat.

Simak juga video 'PPKM Darurat Bikin Jalanan Sepi dan Lalu Lintas Jakarta Turun 60%':

[Gambas:Video 20detik]



(zak/tor)