Pria Diviralkan Ngaku Marinir Tabrak Bocah di Jaksel, TNI Selidiki

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 22:24 WIB
Ilustrasi Kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Video seorang bocah 9 tahun diduga ditabrak pengendara motor viral di media sosial. Terduga pelaku diviralkan mengaku-aku sebagai marinir.

"Ada orang nabrak ngaku-ngaku sebagai anggota marinir," kata perekam video seperti dilihat detikcom, Kamis (15/7/2021).

Di video viral ini terlihat bocah bertelanjang dada mengalami luka-luka lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Kadispen Korps Marinir TNI Kolonel Marinir Gugun Saeful Rachman angkat bicara perihal peristiwa viral tersebut.

"Kejadian ini ada di Jalan M. Kahfi. Jadi dia (pelaku) menyenggol (korban). Yang menyenggol ini atas nama MB," kata Gugun saat dihubungi detikcom.

Menurut Gugun, peristiwa itu terjadi pada Senin (14/7) di daerah Jakarta Selatan. Gugun menyebut permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sementara namanya si MB ini sudah menyelesaikan proses kekeluargaan kepada pihak korban, keluarga korban yang anaknya ditabrak ini," terang Gugun.

Selidiki Pengakuan soal Anggota Marinir

Meski kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, Gugun menyebut pihaknya masih menyelidiki informasi viral soal pelaku dinarasikan sebagai anggota marinir. Dia menyebut pada Jumat (16/7) besok, pihak pembuat video dan pelaku akan dipertemukan.

Gugun menambahkan sejauh ini keterangan pelaku yang mengaku sebagai anggota marinir baru keluar dari pihak pembuat video. Untuk itu, tiap pihak yang terlibat dalam video viral itu akan dimintai keterangan.

"Untuk pengakuan marinir seperti yang disebut pembuat video nanti akan ditelusuri lebih lanjut besok pagi. Karena yang ngaku-ngaku marinir itu pembuat video. Mungkin si pembuat video denger langsung dari B itu, jadi akan diselidiki besok dan akan dibuat pernyataan," jelas Gugun.

"Kita ingatkan jangan lagi bicara marinir, apalagi dalam tindak yang sangat tidak terpuji. Jadi besok kita menanyakan aja apakah benar. Kalaupun benar, kita tidak akan bertindak apa-apa kita hanya mengingatkan secara persuasif, secara humanis, janganlah bicara seperti itu," pungkas Gugun.

(mei/knv)