Di Putusan, Ada Intervensi Edhy Prabowo untuk Azis Syamsuddin-Fahri Hamzah

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 19:23 WIB
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo jalani sidang lanjutan kasus suap ekspor benih lobster. Dalam sidang itu, Edhy Prabowo didampingi sang istri.
Edhy Prabowo (Memakai Batik) (Ari Saputra/detikcom)

Dalam sidang ini, Edhy Prabowo dinyatakan hakim terbukti bersalah menerima uang suap yang totalnya mencapai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Edhy divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Edhy juga dijatuhi hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti yang totalnya senilai Rp 10 miliar. Selain itu, hak politik Edhy untuk dipilih dicabut selama 3 tahun setelah menjalani masa pidana pokok.

Selain Edhy, Stafsusnya bernama Andreau Misanta Pribadi dan Safri divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Kemudian ada Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Iis Rosita Dewi, serta Sidwadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) dan pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Adapun vonis mereka adalah:

- Amiril Mukminin divonis 4 tahun dan 6 bulan dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan

- Ainul Faqih divonis 4 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan

- Sidwadhi Pranoto Loe divonis 4 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Edhy Prabowo dkk dinyatakan hakim bersalah melanggar Pasal 12 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.


(zap/dhn)