KPAI Berduka ABG Tewas Tertabrak Truk Gegara Konten, Minta Ortu Tak Lengah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 08:37 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti bersama Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreatifitas dan Budaya, Kementrian PPPA, Evi Hendrani memberi pernyataan pers terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018). KPAI menilai  terjadi malpraktik dalam dunia pendidikan karena soal yang diujikan tidak pernah diajarkan sebelumnya dalam kurikulum sekolah.
Retno Listyarti (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan duka mendalam terkait tewasnya FA (13) usai tertabrak truk gegara membuat konten untuk media sosial di Bekasi. KPAI berharap peristiwa serupa tak terjadi lagi.

"KPAI menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ananda FA karena buat konten sehingga ditabrak truk," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti, kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Menurut Retno, anak usia 13-15 tahun secara psikologis mulai memiliki keinginan berteman dengan kawan sebaya dan memberontak jika melawan. Retno menilai orang tua perlu melakukan pendekatan tersendiri terhadap anak yang mulai beranjak remaja.

"Jika kita lengah mendampingi, anak-anak usia ini dapat melalukan perbuatan demi eksistensi diri, agar diterima pergaulan dan berani melalukan hal-hal yang menantang bahaya. Ini salah satunya, demi eksis di medsos, demi viral padahal membahayakan nyawanya," ujar Retno.

Retno berharap kasus yang menimpa FA menjadi momentum para orang tua memperhatikan perilaku anak masing-masing. Orang tua juga diminta memantau aktivitas anak di media sosialnya.

"KPAI berharap, kasus ini menjadi momentum bagi para orang tua, apalagi di masa pandemi seperti saat ini untuk memperhatikan perilaku anak-anaknya. Jika orang tua bekerja, pengawasan dapat dilakukan oleh pengasuh pengganti di rumah," ucap Retno.

"Tapi jika tidak ada pengasuh pengganti, maka pengawasan dapat dilakukan melalui aktivitas media sosial anak-anaknya. Karena mereka biasanya akan mem-posting aktivitas kesehariannya ketika sendiri apalagi ketika bersama kawan-kawannya," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: