Alasan Polisi Buru Sopir Penabrak Remaja yang Buat Konten Hadang Truk

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 16:38 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto Ilustrasi (Thinkstock)
Bekasi -

Polisi mengejar sopir truk yang menabrak remaja FA (13) ketika membuat konten YouTube, di Cikarang Utara, Bekasi. Sopir truk tersebut diduga sengaja menabrak FA, yang saat itu hendak menghadang truk untuk sebuah konten video.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi AKBP Argo Wiyono juga mengungkapkan kemungkinan sopir truk itu dipidana. Sebab, sopir truk itu tidak berhenti dan memberi pertolongan setelah menabrak FA.

"Kemungkinan (jadi) tersangka ada, karena yang bersangkutan setelah kejadian tidak memberikan pertolongan dan langsung melarikan diri," ujar Kasatlantas Polres Metro Bekasi AKBP Argo Wiyono saat dimintai konfirmasi, Rabu (14/7/2021).

Sopir Diduga Kesal

Sementara itu, Argo menduga sopir truk dengan sengaja menabrak FA karena kesal. Sebab, aksi penghadangan truk di lokasi yang sama tidak hanya terjadi kali itu.

"Iya mungkin begitu. Mungkin sudah dengar cerita dari teman-teman sesama sopir adanya penyetopan di situ. Jadi kemungkinan ada unsur kesengajaan (nabrak) karena jengkel," ucap Argo.

Argo mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas sopir truk tersebut. Polisi mencari sopir truk tersebut hingga ke luar Bekasi.

"Identitas sudah kita kantongi sementara sedang dilakukan pencarian ke alamat yang bersangkutan di daerah Karawang," kata Argo.

Viral di Medsos

Peristiwa nahas itu terekam video dan viral di media sosial. Rekaman video singkat memperlihatkan sejumlah remaja berdiri di tengah jalan dan menghadang sebuah truk yang melintas.

Beberapa remaja mencoba menyetop truk tersebut. Namun nahas, truk tidak mengerem hingga menabrak kelompok pemuda itu.

Salah satu korban berinisial FA terjatuh ke aspal dan tidak bisa menghindari truk. Dia terlindas roda depan serta belakang bagian kiri truk dan meninggal.

Polisi menduga penghadangan truk oleh korban dan teman-temannya itu untuk sebuah konten YouTube. Berdasarkan keterangan teman-temannya, FA dkk sudah 8 kali membuat video aksi penghadangan di hari sebelum meninggal pada Selasa (13/7).

(mei/mei)