PGI Soroti Perjanjian Tokoh Agama Usai Viral Gereja Beratap Terpal di Aceh

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 08:21 WIB
Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom
Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Foto tempat yang disebut gereja beratap rumbia hingga terpal di Kabupaten Aceh Singkil viral di media sosial. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengaku prihatin terhadap kondisi tersebut.

"Pertama, saya sangat prihatin bahwa hal demikian masih terjadi di bumi Indonesia," kata Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom kepada wartawan, Rabu (14/7/2021) malam.

Gomar mengatakan beberapa kali mendatangi gereja yang berada di Aceh Singkil itu. Menurut Gomar, pembangunan gereja yang layak perlu dilakukan di sana.

"Saya sudah berulang kali ke Aceh Singkil dan beberapa jemaat yang sudah sangat layak memiliki gedung gereja seturut PBM 2006, tetap tidak bisa diurus IMB-nya, karena ketiadaan toleransi tadi," ujar Gomar.

Dia menyebut ada beberapa gereja yang dirobohkan meski sudah dibangun. Menurutnya, jumlah jemaat gereja di sana melebihi persyaratan.

"Beberapa gereja yang sudah berdiri pun dirobohkan dan hingga kini tak dapat dibangun kembali. Itu sebabnya mereka beribadah di bedeng-bedeng dengan atap rumbia atau terpal. Saya sudah hadir di sana, dan ikut ibadah di tempat seperti itu. Warga jemaatnya melebihi persyaratan yang disebutkan dalam PBM," ucapnya.

Gomar pun menyoroti perjanjian antartokoh agama yang diungkap oleh kantor Kemenag Aceh Singkil. Dia mempertanyakan dasar pembuatan perjanjian itu.

"Perjanjian antartokoh agama yang pernah ada puluhan tahun lalu selalu dijadikan alibi oleh FKUB dan pemerintah lokal. Ini absurd, karena perjanjian itu harus batal demi hukum. Perjanjian itu dilakukan di bawah tekanan dan sudah tak relevan dengan kebutuhan nyata warga untuk beribadah kini," ucapnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat juga Video: Gegara Tolak Beri Tebengan Listrik, Gereja di Samarinda Dirusak!

[Gambas:Video 20detik]