Round-Up

Masalah Stok hingga Hoax Jadi Kendala Vaksinasi di Daerah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 08:01 WIB
Pemerintah Indonesia gencarkan program vaksinasi massal di tengah meningkatnya kasus Corona. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya penanggulangan pandemi.
Ilustrasi vaksin Corona di Indonesia (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Vaksinasi Corona di luar DKI Jakarta mengalami kendala. Kekurangan stok hingga hoax terkait vaksin Corona membuat proses vaksinasi di daerah terkendala.

Salah satu daerah yang mengalami masalah stok vaksin adalah Kudus, Jawa Tengah. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus memutuskan menyetop sementara vaksinasi COVID-19 dosis pertama.

"Kalau kita nanti tidak rem dosis satu, Sinovac ini masih digunakan dosis satu, nanti dosis kedua kelanjutannya bagaimana? Karena informasi kemarin Kudus sendiri menjadi salah satu kabupaten dari 35 kabupaten yang menerima vaksin Pfizer. Misalnya dosis pertama Sinovac (dosis dua) ganti kan tidak boleh," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Anik Fuad di kantornya, Selasa (13/7/2021).

"Sebetulnya sudah ngerem minggu ini, karena tadi malam informasi vaksin Pfizer baru tadi malam. Itu dapatnya dari mana berapa kita belum tahu," sambung dia.

Anik menyebut pihaknya telah mendapat vaksin Corona Sinovac sebanyak 204.380 dosis. Dari jumlah tersebut, 135.811 dosis telah disuntikkan ke penduduk sebagai dosis pertama dan 46.249 dosis untuk vaksinasi kedua.

"Sehingga totalnya yang sudah disuntikkan dosis satu dan dua 182.060 dosis. Sehingga kita masih punya stok di faskes (fasilitas kesehatan) sekitar 22.320 dosis. Otomatis stok antara dosis satu dan dua punya selisih sekitar 90 ribu dosis," ucap Anik.

Stok vaksin Corona di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), juga menipis. Dilansir dari Antara, stok vaksin Corona sebanyak 14 ribu dosis yang tersisa di Kendari hanya akan diberikan untuk vaksinasi dosis kedua.

"Sebanyak 14 ribu dosis tersebut kami alokasikan semuanya untuk dosis kedua," kata Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum.

Pemkot Kendari meminta warga bersabar. Saat ini Pemkot Kendari masih menunggu kedatangan stok baru vaksin Corona.

Stok vaksin Corona yang menipis juga terjadi di Bangka Belitung (Babel). Hal itu disebabkan antusiasme warga mendapat vaksin Corona melampaui target.

"Benar, dari data yang kami peroleh memang ketersediaan vaksin di Babel sudah mulai minim. Serbuan vaksin sudah melampaui target," jelas Sekretaris Satgas COVID-19 Babel Mikron Antariksa kepada detikcom, Rabu (14/7/2021).

Mikron mengatakan vaksin Corona di Pangkalpinang saat ini tersisa 6 vial, Kabupaten Bangka 32 vial, dan Kabupaten Belitung 1.004 vial. Dari total stok vaksin yang tersebar di kabupaten/kota, lanjut Mikron, nantinya 4.265 vial akan dibagikan untuk penyuntikan pertama dan kedua.

"Kesediaan kita secara total yakni 4.265 vial. Jadi untuk stok belum mencukupi, mengingat antusiasme masyarakat Bangka Belitung tinggi dalam vaksin. Kita bagi dua, ini untuk menjaga jangan sampai yang sudah divaksin pertama tidak vaksin kedua karena vaksinnya habis," ujarnya.

Stok Vaksin Habis

Selain menipis, stok vaksin Corona di beberapa wilayah juga habis. Salah satu daerah yang kehabisan vaksin Corona adalah Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Warga bahkan sampai marah-marah gara-gara tak dilayani untuk mendapat suntikan dosis pertama. Pemerintah setempat menyebut sisa vaksin Corona yang ada digunakan untuk penyuntikan dosis kedua.

"Jadi banyak masyarakat ini yang komplain di beberapa puskesmas. Ada yang marah karena tidak bisa terlayani untuk vaksin dosis satunya," kata Kepala UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Majene Nur Ekawati.