Panas! Buntut Penunjukan Plh Gubernur, Sekda Papua Dicopot Lukas Enembe

Wilpret Siagian - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 17:44 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe mencopot Dance Yulian Flassy dari jabatan Sekda Papua. Jabatannya diisi digantikan Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun (dok Istimewa)
Gubernur Papua Lukas Enembe mencopot Dance Yulian Flassy dari jabatan Sekda Papua. Jabatannya diisi digantikan Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun (Foto: dok. Istimewa)
Jayapura -

Gubernur Papua Lukas Enembe mencopot Dance Yulian Flassy dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua. Dance, yang baru 3 bulan menjabat sekda, digantikan Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun.

Pelantikan M Ridwan menjadi Plt Sekda Provinsi Papua berlangsung di aula Gedung Negara Dok V Kota Jayapura, Papua, Rabu (14/7/2021). Acara pelantikan M Ridwan sebagai Plt Sekda Papua tak dihadiri Dance Yulian Flassy.

"Jadi Pak Rumasukun akan melaksanakan tugas sebagai Sekda Papua hingga Mendagri menerbitkan SK penunjukan Sekda Papua yang baru," ujar Lukas Enembe.

Lukas membeberkan alasan menonaktifkan Dance Yulian Flassy sebagai Sekda Provinsi Papua. Dia mengaku sudah menyurat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak memperpanjang masa jabatan Dance Yulian Flassy.

Dia mengatakan Dance Yulian Flassy juga telah memasuki masa persiapan pensiun (MPP), sehingga perlu ada Plt Sekda Papua untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

Lukas juga mengatakan Dance Yulian Flassy telah melampaui kewenangan Gubernur. Pasalnya, Dance Yulian Flassy tanpa koordinasi dengan Gubernur Papua menyampaikan surat kepada Dirjen Otda Kemendagri untuk menunjuk dirinya sebagai Plh Gubernur Papua. Padahal Lukas masih menjabat Gubernur Papua.

"Masa jabatan saya masih ada dua tahun. Jadi saya masih sah Gubernur Papua pilihan rakyat Papua," kata Lukas.

Gubernur Papua Lukas Enembe mencopot Dance Yulian Flassy dari jabatan Sekda Papua. Jabatannya diisi digantikan Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun (dok Istimewa)Suasana Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun dilantik menjadi Sekda Papua (Foto: dok. Istimewa)

"Ini ada apa? Siapa yang suruh, dia yang tahu. Tapi kalau orang yang suruh ko (kau) bermain di Pilkada Papua tahun 2023, jangan sekarang. Ini dua tahun ko mau ganggu untuk apa. Ko mau bermain 2023," tegas Lukas.

Lukas juga menilai Dance Yulian Flassy dalam melaksanakan tugasnya sebagai Sekda bermain politik.

"Pengguna bukan siapa-siapa. Ko jalankan birokrasi secara baik. Kau tak boleh bicara politik, karena itu bukan kewenanganmu. Itu kepentingan-kepentingan di 2023. Rakyat memilih memberikan mandat baru ko bicara. Jadi saya harap Pak Dance mungkin ada orang lain tunjuk dia," kata Lukas.

Namun Lukas juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Dance Yulian Flassy yang telah menjabat Sekda Papua selama tiga bulan.

"Kita hargai dan melepas yang terhormat Pak Dance, apalagi umurnya sudah 58 tahun. Jadi kita berhentikan Pak Dance. Saya sudah menyurat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk tak perpanjang lagi Pak Dance, karena sudah masuk MPP," tukas Lukas.

Diketahui, Dance Yulian Flassy dilantik menjadi Sekda Papua oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian di kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (1/3). Pelantikan Dance sebagai Sekda Papua definitif berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 159/TPA/2020 Tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

Simak juga video 'Saran Wakil Ketua Komisi II ke Gubernur Papua yang Ogah Diganti Plh':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)