Gedung Konvensi TMP Kalibata Jadi Dapur Umum, 18 Ribu Boks Dikirim Per Hari

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 16:40 WIB
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) menyulap Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata menjadi dapur umum darurat untuk menyiapkan makanan cepat saji. Dapur umum ini sebagai wujud kepedulian terhadap situasi bencana pandemi virus Corona yang masih mewabah di Tanah Air.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat menerangkan dapur umum ini akan menyajikan makanan kaya nutrisi dan mempunyai protein yang tinggi. Dengan begitu, masyarakat akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat dalam situasi pandemi Corona ini.

"Ya saya kira sekarang dari sisi kapasitas untuk membuat rebus telur, menyiapkan makanan siap saji, ini kan jauh lebih banyak ya dan ini perluasan dari yang disiapkan di Gedung Kemensos di Salemba. Waktu itu kan awalnya dari situ dan dimulainya dari merebus telur karena telur ini kan makanan yang punya kategori protein yang tinggi dan vitamin D yang baik gitu kan, sehingga dalam situasi pandemi gini kan orang butuh nutrisi untuk daya tahan tubuh. Itulah Ibu Risma, Ibu Menteri, dengan pengalaman yang beliau miliki, langsung punya inisiatif untuk membuat rebus telur," kata Harry di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (14/7/2021).

Harry mengatakan kategori penerima makanan siap saji ini diperluas seiring dengan merebaknya virus Corona yang membuat banyak pihak berjibaku menghadapi ini. Semula, Kemensos hanya menyediakan untuk keluarga kurang mampu, namun kini Kemensos memberikan juga kepada keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri dan para tenaga kesehatan.

"Sekarang ini variasi sekali, ini kan berkembang terus dari mulai keluarga atau orang-orang yang kurang mampu, tapi juga ada keluarga yang isoman. Kan kita tahulah bagaimana keterbatasan tempat isoman sehingga ada yang inisiatif swadaya masyarakat, ada juga di tempat keluarga-keluarganya sendiri. Ini kan butuh tambahan makanan dan itu terlaporkan ke Kemensos dengan terberitakan kita punya tempat ini akhirnya masyarakat punya inisiatif untuk melaporkan bahwa mereka butuh makanan gitu kan," tuturnya.

Dapur Umum Gedung Konvensi TMP KalibataDapur umum Gedung Konvensi TMP Kalibata (Wilda/detikcom)

Untuk di Gedung Konvensi Kalibata ini, Kemensos menargetkan 20 ribu boks per hari dapat dikirim ke masyarakat. Target ini tiga kali lipat dari biasanya.

"Kalau makanan tadi targetnya 20 ribu. Kalau dari koordinator, tapi setiap hari rata-rata 17-18 ribu minimal tercapai, boks ini luar biasa lho, karena dulu bencana ini dapur umum 6.000 saja sudah, ini tiga kali lipat," katanya.

Harry menjelaskan petugas yang bekerja di dapur umum Gedung Konvensi Kalibata ini berjumlah 150 orang dan bekerja secara bergantian. Harry memerinci, dari 150 orang itu, 20 orang berasal dari pegawai Kemensos dan 130 lainnya dari Tagana (Taruna Siaga Bencana).

"Mereka shift kerja dan ini juga kedatangannya. Saya sempat tanya tadi ini diatur tidak piket Jakarta Utara atau Jakarta Selatan, tidak. Mereka datang akhirnya mereka mengatur sendiri karena sudah akrab dengan sesama. Ada sekitar 150 orang dan 130-an itu Tagana. Pendukungnya 20 dari lintas dirjen untuk pembelajaran. Kalau di balai itu, Ibu (Tri Rismaharini) wajibkan," ujarnya

Harry mengatakan keikutsertaan pegawai Kemensos untuk terjun langsung di dapur umum dinilai sangat penting. Pasalnya, para pegawai ini bisa turut belajar menghadapi situasi sulit dan darurat di mana pun mereka berada.

"Pegawai itu harus ikut turun di dapur umum, harus belajar bagaimana menghadapi situasi sulit, situasi darurat dan harus mulai dari... ibaratnya banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh para pegawai," ungkapnya.

Harry mengungkap ada pesan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk dapat mengerahkan segala upaya menghidupkan kembali balai-balai menjadi dapur umum. Risma, kata Harry, ingin balai-balai ini dapat berfungsi ganda, bukan hanya untuk menangani disabilitas semata, tapi juga membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi virus Corona.

"Ini jadi perhatian Ibu Menteri, karena itu ide besar Ibu Menteri bagaimana balai yang sekarang sudah diarahkan untuk lebih proaktif untuk menangani masalah-masalah sosial di sekitarnya, termasuk mengatasi dampak pandemi COVID ini membuka dapur umum di balai. Itu salah satu strategi bagi Ibu untuk membangun kolaborasi dengan relawan, bagaimana teman-teman di Kementerian bekerja bersama dengan Tagana," tuturnya.

"Dan juga di internal Kementerian bekerja bareng, tidak sendiri-sendiri, karena balai sudah multifungsi, tidak melulu menangani disabilitas gitu kan. Karena di balai rehabilitasi disabilitas sekarang tidak begitu, apalagi dalam situasi darurat, di mana ada masalah, harus responsif. Ini kan pembelajaran yang luar biasa bagi Kemensos," sambungnya.

Lebih lanjut, Harry menyebut pihaknya telah bermitra dengan lembaga kesejahteraan sosial untuk mendata masyarakat yang membutuhkan. Pihaknya juga akan terus mensosialisasikan perihal dapur umum ini.

"Memang hasil mapping awal Kementerian Sosial sudah bermitra dengan banyak pihak, termasuk lembaga-lembaga kesejahteraan sosial, termasuk dinas sosial. Semua itu kan menjadi kebersamaan kita, gotong royong untuk menyelesaikan masalah ini, tapi juga setelah masyarakat tahu dan terinformasikan secara luas melalui media massa juga akhirnya mereka banyak yang datang," tuturnya.

(whn/knv)