KCI Jawab Keluhan Sopir Pribadi Gagal Naik KRL Meski Bawa Surat dari RT/RW

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 10:12 WIB
VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) buka suara perihal keluhan seorang sopir pribadi di Stasiun Bekasi yang gagal naik KRL meski membawa surat keterangan dari RT/RW sebagai pengganti surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat tugas. VP Corporate Secretary KCI Anne Purba menyebut dalam ketentuan PPKM darurat, surat pengantar dari RT/RW tetap bisa digunakan warga yang bukan merupakan pekerja kantoran.

"Saya dua hari di (stasiun) Bogor, saat ini di (Stasiun) Sudimara yang bawa surat RT/RW ada dan bisa naik KRL," kata Anne saat dihubungi detikcom, Rabu (14/7/2021).

Anne menekankan pihaknya tentu akan mengizinkan warga tersebut naik KRL selama bekerja di sektor esensial dan kritikal. Sebab, dalam ketentuan PPKM darurat hanya perusahaan di sektor kritikal dan esensial yang pegawainya tetap boleh bekerja dari kantor dengan sejumlah persyaratan.

"Selama masih mengacu ke kegiatan kritikal dan esensial juga yang berhubungan dengan kebutuhan mendesak seperti terkait keselamatan dan kesehatan," ucapnya.

Menurut Anne, selama masa PPKM darurat pihaknya mengacu pada tiga surat dalam memeriksa warga yang hendak menggunakan KRL. Tiga surat tersebut adalah STRP, surat keterangan perusahaan dan surat keterangan pemda setempat.

"Tiga hari ini kami mengacu ke tiga syarat perjalanan yakni STRP, surat keterangan perusahaan, dan surat keterangan pemda setempat, salah satunya RT/RW," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Hari Pertama Penerapan STRP di Transportasi Umum Berjalan Lancar

[Gambas:Video 20detik]