Pakar Usul PPKM Darurat Diperpanjang sampai Agustus

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 08:37 WIB
PPKM Darurat diberlakukan untuk membatasi pergerakan warga selama pandemi. Begini suasana di Jalan Sudirman, Jakarta, saat PPKM Darurat berlaku.
Ilustrasi PPKM darurat (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengisyaratkan PPKM darurat diperpanjang 6 minggu. Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, setuju PPKM darurat diperpanjang hingga Agustus.

"Dan memang sudah seminggu ini (PPKM darurat) kita belum efektif signifikan menurunkan infeksi, kematianm maupun angka reproduksi dan juga pertumbuhannya, jadi menurut saya setidaknya ini (PPKM darurat) sampai akhir Agustus lah," ujar Dicky Budiman lewat pesan suara kepada detikcom, Selasa (13/7/2021).

Dicky menyebut perpanjangan ini bisa diterapkan di Pulau Jawa. Evaluasi perpanjangan PPKM dapat dilihat pada pertengahan Agustus.

"Prediksi saya sih sampai akhir Agustus kita masih memerlukan PPKM darurat ini dan bicara PPKM darurat ini kan bukan lockdown. Kalau lockdown rata-rata 2 kali masa inkubasi paling cepat sebulan ya rata-rata sih 6 minggu juga," tuturnya.

Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky BuDicky Budiman (Dok Istimewa/foto diberikan oleh Dicky Budiman)

Dicky mengevaluasi penerapan peraturan PPKM darurat sejauh ini. Selain itu, kemampuan testing dan tracing pemerintah dinilai jauh dari standar.

"Sebagai contoh di testing ini belum naik malah menurut saya belum mengarah kepada target yang ditetapkan. Itu kelemahan kita," imbuh Dicky.

"Kita bagus di kertas tapi buruk diimplementasi ini yang berbahaya. Jadi bicara testing dan tracing itu strategi yang sangat fundamental. Itu yang menyebabkan (kondisi pandemi) kita memburuk," lanjutnya.

Dicky menuturkan penambahan kasus Corona di Tanah Air masih tinggi, begitu pula tingkat kematian. "Kita tidak bisa menemukan kasus-kasus dan mencegah kasus-kasus ini karena 3T (testing, tracing, treatment) buruk," tutupnya.

Kasus Corona Harian Pecah Rekor

Kasus harian COVID-19 di Indonesia pecah rekor lagi. Kemarin (13/7), dilaporkan ada tambahan 47.899 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Dengan tambahan 47.899 kasus baru, jumlah total kasus COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini menjadi 2.615.529.

Di antara 2.615.529 total kasus terkonfirmasi Corona itu, terdapat 407.709 kasus aktif (belum sembuh atau meninggal dunia).

Kemudian, ada 20.123 orang yang sembuh dari COVID-19 dalam seharian ini. Dengan demikian, jumlah total orang yang sembuh dari COVID-19 menjadi 2.139.601 orang.

Kabar duka. Ada 864 orang meninggal dunia dalam seharian ini. Total angka kematian COVID-19 di Indonesia menjadi 68.219 orang.

Isyarat Sri Mulayani

Kabar perpanjangan PPKM diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat bersama Banggar DPR RI Senin (12/7).

"PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis bahan paparan Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani IndrawatiMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Agung Pambudhy/detikcom)

Tanda-tanda PPKM darurat bakal diperpanjang karena varian Delta yang makin ganas. Sri Mulyani menyebut pihaknya akan kembali melakukan realokasi dan refocusing tahap III untuk mendukung pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 31 triliun.

"Kita sedang mengidentifikasi sekitar mungkin Rp 26 triliun dan Rp 5 triliun dari TKDD. Kami akan menyelesaikan dalam bulan ini tentu melihat perkembangan COVID-19," kata Sri Mulyani.

Target Kasus Corona di Bawah 30 Ribuan

Pemerintah punya target untuk menekan laju penularan Corona. Pemerintah menargetkan kasus harian COVID-19 di Indonesia turun di bawah 30 ribu.

"Kita mencoba supaya betul-betul kalau bisa kasus ini jangan lebih dari 30 ribuan tapi dari 3 hari terakhir ini kita lihat sudah berkisar selalu bermain di antara 33, 34, 38 mundur lagi seterusnya. Tapi kasus kesembuhan meningkat banyak kita lihat, jadi kami berharap minggu depan mungkin kalau semua sudah berjalan disiplin akan mulai flattening atau mulai akan merata dan kemudian kita harap nanti cenderung akan terkendali," kata Koordinator PPKM Darurat sekaligus Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Simak Video: DKI Siap Ikut Aturan Pusat Jika PPKM Darurat Diperpanjang

[Gambas:Video 20detik]



(isa/mae)