Round-Up

Tanda Tanya Formula E Jakarta Usai Tak Masuk Kalender Penyelenggara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 07:43 WIB
Desain Sirkuit Formula E Jakarta
Foto: ist.
Jakarta -

Pagelaran Formula E di Jakarta masih menjadi tanda tanya. Gelaran Formula E di Jakarta ditunda ke 2022 tapi tak masuk kalender sementara tuan rumah.

Formula E merilis kalender balap terbarunya pada pekan lalu, di mana untuk musim balap 2022 akan dilangsungkan di 12 kota dan terdiri dari 16 seri. Kalender paling update tersebut dirilis ke publik setelah digelar pertemuan dengan FIA di Meksiko.

Ada satu jadwal yang statusnya masih TBD, alias to be to be decided (belum diputuskan). Jadwal balapan tersebut adalah untuk race tanggal 4 Juni. Dikutip dari motorsport, tanggal tersebut disiapkan untuk Jakarta.

"Kami tidak bisa mengumumkan kenapa kami menaruh TBD pada tanggal tersebut. Tapi pada dasarnya, kami punya kontrak untuk melakukannya di Jakarta," ucap pendiri sekaligus direktur kejuaraan Formula E, Alberto Longo.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pihak yang ditugaskan oleh Pemprov DKI untuk menjadi penyelenggara Formula E buka suara. Jakpro tengah berkoordinasi dengan Formula E Operation (FEO).

"Kami masih berkoordinasi dengan FEO jadi nanti setelah ada kabar selanjutnya kita sampaikan," ujar Direktur Operasional JakPro Muhammad Taufiqurrahman, kepada wartawan, Senin (12/7).

Untuk diketahui, Formula E yang bakal digelar di Jakarta ditunda sampai 2022. Salah satu faktornya pandemi COVID-19 yang belum selesai.

Terpisah, Project Director Sportainment PT Jakarta Propertindo belum bisa berkomentar soal kalender balap sementara Formula E.

"Untuk sementara saya belum bisa komen," ucap Maulana.

Fraksi PDIP DPRD DKI menilai Pemprov harus proaktif soal Formula E. Sekretaris komisi E DPR RI fraksi PDIP Jhonny Simanjuntak berpendapat sebaiknya Formula E tak digelar.

"Saya mengatakan lebih bagus lagi kalau tidak dilaksanakan, saya tidak kecewa kalau tidak masuk kalender, tugas Pemprov DKI Jakarta untuk menagih kepada orang-orang di Formula E untuk kita tarik kembali, kita gunakan untuk penanganan COVID di Jakarta," kata Jhonny.

Menurut Jhonny dana ini dapat dialokasikan untuk penanganan COVID-19 di Jakarta. Salah satunya untuk mencukupi kebutuhan jumlah relawan hingga membantu pemantauan dan penanganan warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Dana yang sekian besar kita alihkan ke penanganan COVID, saya pikir akan sangat membantu sekali. Karena kita sadar kan sekarang Pemprov DKI karena memang disini pusat sebaran COVID paling tertinggi, dan itu unpredictable bagi kita," tuturnya.

Di sisi lain, Fraksi Gerindra DPRD DKI menilai gelaran Formula di Jakarta masih bisa diulur. Ketua Komisi E dari F-Gerindra Iman Satria commitment fee yang sudah dibayarkan tak bisa ditarik lagi.

"Kalender sudah keluar, terus DKI belum ada namanya. Rencananya mau diisi di slot kosong itu, kan ada to be dedicated tuh, rencananya di situ. Memang itu slotnya disiapin untuk Indonesia. Tapi kan tentunya dengan persetujuan dengan keadaan COVID dan lain-lain. Kalau memang oke, nanti akan dimasukkin ke situ slotnya," terang Iman kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Sejauh ini Komisi E sendiri belum melakukan komunikasi dengan JakPro sebagai penyelenggara yang ditunjuk Pemprov DKI. Dia menyebut, karena pandemi COVID, komunikasi terhambat.

"Cuma kalau saya dengar selentingan dan tanya-tanya ya begitu, to be dedicated kalau memang situasi (memungkinkan) akan diisi oleh Indonesia," jelas dia.

"Kalau dicantumkan (sekarang) tapi ternyata kita nggak bisa mengadakan event itu pertama yang rugi kita kalau tidak dicantumkan. Umpamanya situasionalnya nggak memungkinkan, kita bisa mengulur waktu. Jadi nggak ada yang dihanguskan atau hilang," imbuh Iman Satria.

Lihat juga Video: Wagub DKI Tanggapi Tidak Adanya Jakarta di Kalender Formula E 2022

[Gambas:Video 20detik]